Gangguan menstruasi seperti nyeri menstruasi dan siklus yang tidak teratur masih sering dialami remaja perempuan dan dapat mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi pada remaja juga berpotensi memperburuk pemahaman dan penanganan masalah tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, melakukan pemeriksaan dini kondisi kesehatan reproduksi, serta melatih siswi dalam penerapan progressive relaxation exercise sebagai upaya nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri menstruasi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Trisoko Jakarta Timur pada 13 November 2025 dengan melibatkan 20 siswi usia 13–15 tahun. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif tentang kesehatan reproduksi remaja melalui media presentasi, pemeriksaan dini yang mencakup pengukuran indeks massa tubuh (IMT), siklus menstruasi dengan Reproductive Status Questionnaire (RSQ), nyeri menstruasi dengan Visual Analogue Scale (VAS), kualitas tidur dengan  Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan aktivitas fisik, serta pendampingan praktik progressive relaxation exercise. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest guna mengukur peningkatan pengetahuan siswi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan reproduksi pada siswi, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor pengetahuan sebesar 4,2 setelah dilakukan edukasi. Pemeriksaan dini menunjukkan rata-rata IMT siswi dalam kategori normal, namun masih ditemukan gangguan siklus menstruasi, nyeri menstruasi kategori sedang hingga berat, serta kualitas tidur yang buruk pada sebagian siswi. Siswi juga mampu mengikuti dan mempraktikkan progressive relaxation exercise dengan baik. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswi, memberikan gambaran awal kondisi kesehatan reproduksi remaja, serta mendukung upaya mandiri dalam mengurangi nyeri menstruasi.