Pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan. Namun, berbagai program bantuan ternak masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keberlanjutan manfaat akibat terbatasnya pendampingan dan penguatan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Sapi Ceria sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan kemandirian ekonomi peternak di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sapi Ceria mengintegrasikan penyediaan aset produktif melalui mekanisme perguliran ternak, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan kelompok, serta inovasi pemanfaatan pakan silase berbasis limbah pertanian sebagai satu sistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Implementasi program berhasil memperluas penerima manfaat menjadi 31 kelompok peternak di tujuh desa dengan perkembangan populasi ternak dari 196 indukan menjadi 376 ekor, disertai peningkatan kapasitas peternak, penguatan kelembagaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program lebih ditentukan oleh integrasi berbagai komponen pemberdayaan dibandingkan pemberian bantuan ternak semata. Model pemberdayaan yang dikembangkan berpotensi menjadi referensi dalam pelaksanaan program CSR berbasis peternakan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.