Perubahan budaya digital telah merekonstruksi cara generasi muda mengakses informasi, membangun relasi, serta mengekspresikan keyakinan religius, sekaligus memunculkan hambatan bagi keterlibatan mendalam dengan teks Alkitab. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang dilaporkan dalam artikel ini bertujuan merumuskan kerangka literasi rohani berbasis praktik penulisan renungan, yang diimplementasikan pada generasi digital di GBI ROCK Mangkubumi Yogyakarta. Program melibatkan 40 orang peserta pada rentang usia 15-30 tahun, dengan alur kegiatan mencakup analisis kebutuhan, lokakarya interaktif, pendampingan, praktik membaca Alkitab, sesi refleksi, penulisan renungan, dan evaluasi capaian. Pemetaan program menggunakan kerangka Input-Process-Output-Outcome-Impact (IPO-OI). Evaluasi menunjukkan lonjatan kemampuan memahami teks Alkitab dan menyusun renungan, yakni dari 25% pada fase awal menjadi 80% setelah intervensi. Berdasarkan proses implementasi, dirumuskan model tiga tahap: aktivasi literasi Alkitab, internalisasi reflektif, dan produksi renungan. Kerangka ini memposisikan peserta tidak hanya sebagai pembaca, melainkan juga sebagai produsen makna spiritual yang mampu menjembatani teks, pengalaman hidup, dan aplikasi praktis. Pembahasan mengindikasikan bahwa praktik menulis membuka ruang bagi pembelajaran reflektif, pengembangan kepercayaan diri, serta peluang keterlibatan dalam pelayanan digital. Model ini memiliki potensi replikasi dengan penyesuaian konteks lokal, meskipun evaluasi jangka panjang dan data per indikator masih diperlukan untuk memperkuat bukti keberlanjutannya.