Tut Rayani Aksohini Wijayanti
, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perubahan Kadar Hemoglobin Remaja Putri setelah Konsumsi Teh Daun Kelor: Studi Kuasi-Eksperimental Endang Sri Wahyuni; Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang berisiko dialami remaja putri. Teh daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang berpotensi mendukung pemenuhan zat gizi yang berkaitan dengan pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri sebelum dan sesudah konsumsi teh daun kelor selama 21 hari di SMP Baitul Makmur Bangsalsari, Jember. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest dengan teknik total sampling terhadap 20 remaja putri. Responden mengonsumsi sekitar 2 gram teh daun kelor yang diseduh dengan 200 ml air, dua kali sehari selama 21 hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Nesco MultiChek2 Hemoglobin Meter berbasis Point-of-Care Testing (POCT). Normalitas skor perubahan (difference score) diuji menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan perubahan kadar hemoglobin dianalisis menggunakan Paired-Samples t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 11,87 ± 0,77 g/dL sebelum intervensi menjadi 12,78 ± 0,62 g/dL setelah intervensi, dengan peningkatan rerata sebesar 0,91 g/dL. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi (t(19) = −7,552; p < 0,001), dengan ukuran efek yang besar (Cohen's d = 1,69). Temuan ini menunjukkan adanya perubahan kadar hemoglobin setelah periode konsumsi teh daun kelor. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, perubahan tersebut tidak dapat diinterpretasikan sebagai bukti hubungan sebab-akibat atau efektivitas kausal teh daun kelor. Penelitian lebih lanjut dengan desain terkontrol diperlukan untuk memperoleh bukti yang lebih kuat.