Toriq Reyhan
Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, IPM, dan UMK terhadap Kemiskinan pada Lima Kabupaten di Jawa Tengah Tahun 2015-2025 Toriq Reyhan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 335 - 342
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24896

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of economic growth, Human Development Index (HDI), and Minimum Wage (UMK) on poverty levels across five regencies in Central Java, namely Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, and Purbalingga. This quantitative study employs panel data regression analysis. Secondary data were obtained from the Central Bureau of Statistics for the period from 2015 to 2025. The results indicate that economic growth, HDI, and minimum wage simultaneously affect poverty levels. Partially, economic growth, HDI, and minimum wage have a negative effect on poverty levels. Enhancing human resource quality, fostering inclusive economic growth, and adjusting minimum wages serve as critical factors in driving poverty reduction and improving societal welfare in the studied regions. Abstrak. Menggambarkan rangkuman atau resume yang terdiri dari pendahuluan dan tinjauan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap tingkat kemiskinan pada lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, dan Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis regresi data panel. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik periode 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK secara simultan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penyesuaian upah minimum menjadi faktor penting dalam mendorong penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penelitian.