Hilmi Zainul Muttaqin
Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Rengginang di Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Hilmi Zainul Muttaqin; Ria Haryatinigsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 419 - 426
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25518

Abstract

Abstract. MSMEs play a vital role in the local economy, including traditional food businesses such as rengginang in Cianjur Regency. Although they play a major role, rengginang MSME operators in Cibulakan Village, Cugenang Subdistrict, still face challenges related to technology, low educational levels, and conventional promotional methods. This descriptive qualitative study employed observation, in-depth interviews (purposive sampling), and documentation, along with a SWOT analysis to map internal and external factors affecting the businesses. The results indicate that sales remain volatile due to unpredictable weather and marketing efforts limited to door-to-door sales without leveraging online platforms. Recommended development strategies include: maintaining the logo as the product’s identity, expanding digital marketing, adding variety in flavors and sizes, establishing ongoing partnerships with raw material suppliers, and enhancing collaboration with local government for training in packaging, business management, and regulatory compliance (PIRT, Halal Certification, NIB). Abstrak. UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, termasuk usaha makanan tradisional seperti rengginang di Kabupaten Cianjur. Meskipun berperan besar, para pelaku UMKM rengginang di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, masih menghadapi tantangan terkait teknologi, tingkat pendidikan yang rendah, dan metode promosi yang konvensional. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam (sampel purposif), dan dokumentasi, serta analisis SWOT untuk memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan tetap fluktuatif akibat cuaca yang tidak dapat diprediksi dan upaya pemasaran yang terbatas pada penjualan dari pintu ke pintu tanpa memanfaatkan platform daring. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi: mempertahankan logo sebagai identitas produk, memperluas pemasaran digital, menambah variasi rasa dan ukuran, menjalin kemitraan berkelanjutan dengan pemasok bahan baku, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pelatihan dalam hal pengemasan, manajemen usaha, dan kepatuhan terhadap peraturan (PIRT, Sertifikasi Halal, NIB).