Abstract. The economic growth of Purwakarta Regency shows an anomaly in the form of fluctuations and slowdowns despite the continuous increase in investment realization. This study aims to analyze the effect of Foreign Direct Investment (FDI) and Domestic Direct Investment (DDI) on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Purwakarta Regency for the 2010–2024 period. Using a quantitative approach with time series data from the Central Bureau of Statistics (BPS) and the Ministry of Investment/BKPM, this study was processed using multiple linear regression in EViews 13. The results show that FDI has a negative and significant effect on GRDP, caused by the high capital-output ratio in the capital-intensive industrial sector and profit repatriation practices. Conversely, DDI has a positive and significant effect because it has close ties to the local economy and creates a high multiplier effect. Simultaneously, FDI and DDI together have a significant effect on GRDP. These findings indicate that investment policies need to be selective, prioritizing DDI and strictly selecting FDI that can transfer technology and use local raw materials. This research provides an empirical contribution to the development of neoclassical growth theory in the context of a capital-intensive industrial-based regional economy. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta menunjukkan anomali berupa fluktuasi dan perlambatan meskipun realisasi investasi terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Purwakarta periode 2010–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Investasi/BKPM, penelitian ini diolah dengan regresi linear berganda pada EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, yang disebabkan oleh tingginya capital-output ratio pada sektor industri padat modal serta praktik repatriasi keuntungan. Sebaliknya, PMDN berpengaruh positif dan signifikan karena memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi lokal dan menciptakan multiplier effect yang tinggi. Secara simultan, PMA dan PMDN bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan investasi perlu selektif, dengan memprioritaskan PMDN dan menyeleksi ketat PMA yang mampu mentransfer teknologi serta menggunakan bahan baku lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pertumbuhan neoklasik dalam konteks ekonomi regional berbasis industri padat modal.