Hasnawati Abdul Rahman Kapitan
Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pengeluaran Pemeritah, Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Tahun 2010-2024 Hasnawati Abdul Rahman Kapitan
Bandung Conference Series: Economics Studies 521 - 528
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.26020

Abstract

Abstract. Poverty remains a key development issue in South Central Timor Regency. This study examines the effects of government expenditure, the Human Development Index (HDI), and economic growth on poverty during 2010–2024. Using secondary data from Statistics Indonesia (BPS), the study applies multiple linear regression with EViews 12. The results show that government expenditure and economic growth have significant negative effects on poverty, while HDI has no significant effect. Simultaneously, the three variables do not significantly affect poverty. The findings highlight the importance of improving public spending efficiency, promoting inclusive economic growth, and strengthening human capital to reduce poverty. Abstrak Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan selama periode 2010–2024. Penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan IPM tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan efektivitas belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan penguatan kualitas sumber daya manusia untuk mengurangi kemiskinan.