Abdul Haris
STAI Al-Amin Dompu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekosistem Kesadaran Holistik: Rekonstruksi Unsur Akal, Qalbu, dan Ruh Berbasis Konsep Insan Kamil Kontemporer untuk Memantik Epistemic Curiosity Mahasiswa Abdul Haris
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2026): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia akademik kontemporer di era disrupsi digital kini sedang menghadapi tantangan paradoksal berupa penurunan epistemic curiosity (rasa ingin tahu ilmiah) dan motivasi belajar autentik di kalangan mahasiswa. Fenomena ini berakar dari reduksi sistem pendidikan modern yang terlalu menitikberatkan pada Kecerdasan Intelektual (Akal/IQ) semata, sehingga melahirkan pola belajar yang mekanis, berorientasi pragmatis-materialis, serta rentan memicu kelelahan akademik (academic burnout. Kajian konseptual-filosofis ini bertujuan untuk mengartikulasikan kembali trilogi dimensi kemanusiaan Akal (IQ), Qalbu (EQ), dan Ruh (SQ) melalui pisau analisis konsep Insan Kamil (Manusia Paripurna) guna menstimulasi gairah dan ketangguhan belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka kontemporer (contemporary library research) dengan pendekatan hermeneutika dan sintesis integratif lintas disiplin antara psikologi Barat modern dan psikologi Islam. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa Akal-IQ berfungsi sebagai mesin penjelajah kognitif yang memproses stimulus ilmiah dan mendeteksi kesenjangan informasi Qalbu-EQ berperan sebagai filter afektif dan stabilisator emosional yang memproduksi sifat sabar dan regulasi diri, sedangkan Ruh-SQ bertindak sebagai generator eksistensial yang menyediakan ultimate purpose (tujuan tertinggi) bahwa menuntut ilmu adalah manifestasi ibadah dan mandat kekhalifahan. Sebagai kebaruan (novelty) teoretis, kajian ini merumuskan konsep sirkuit kesadaran holistik (holistic consciousness circuit), sebuah sistem sibernetika spiritual-kognitif di mana ketiga kecerdasan tersebut bekerja secara simultan dan berkesinambungan. Penyelarasan sirkuit ini terbukti mampu mengonversi tekanan akademik menjadi motivasi intrinsik abadi yang memperkuat resiliensi belajar mahasiswa. Kajian ini merekomendasikan institusi perguruan tinggi untuk mengadopsi tradisi soul-centered pedagogy (pedagogi berbasis jiwa) melalui restrukturisasi kurikulum yang mengintegrasikan nilai etis-transendental ke dalam sains-teknologi serta membiasakan mahasiswa melakukan jeda kesadaran akademik (academic mindfulness) demi melahirkan generasi pembelajar sejati yang tangguh dan bermoral.