Arnetta Floren Monica
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Inflasi dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Studi pada Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2025) Arnetta Floren Monica; Dorothea Ririn Indriastuti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13462

Abstract

Analisis dilakukan guna mengkaji pengaruh tingkat suku bunga, inflasi dan harga emas dunia terhadap indeks harga saham gabungan pada bursa efek Indonesia selama periode 2020-2025. Data kuantitatif penelitian ini didapat dari Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia dan web lainnya. Riset ini menggunakan data sekunder sebagai sumber data. Total sampel yang didapat dalam riset ini sebanyak 72 sampel. Teknik pengolahan data yang diterapkan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Temuan uji t mengindikasikan bahwa tingkat suku bunga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan karena memiliki kadar signifikansi 0,120 > 0,05, inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan sebab terdapat kadar signifikansi 0,604 > 0,05 dan harga emas dunia memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan sebab mempunyai nilai signifikansi 0,008 < 0,05. Hasil uji F memperlihatkan kadar signifikansi sebesar 0,025 < 0,05 hal ini mengindikasikan bahwa secara simultan variabel bebas yakni tingkat suku bunga, inflasi dan harga emas dunia mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu indeks harga saham gabungan. Nilai koefisien determinasi sebesar 9,1% menunjukkan bahwa tingkat suku bunga, inflasi dan harga emas dunia secara simultan mampu menerangkan perubahan pada indeks harga saham gabungan senilai 9,1%. Sementara itu, sebesar 90,9% lainnya dipicu oleh aspek lain di luar variabel yang dianalisis lewat penelitian ini.