Era digital mengubah pola interaksi sosial remaja melalui tingginya intensitas penggunaan media digital yang berpotensi meningkatkan individualisme dan menurunkan kepedulian sosial. Pendidikan Pancasila berperan penting sebagai sarana penanaman nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat kesadaran sosial remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendidikan Pancasila terhadap kesadaran sosial remaja di era digital, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat efektivitasnya, serta membandingkan pengaruhnya pada siswa SMAN 8 Kota Serang dan SMK 1 Pasundan Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 233 siswa kelas XI di kedua sekolah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji korelasi, uji t, uji F, dan uji beda rata-rata (independent samples t-test) berbantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan Pancasila berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran sosial remaja dengan persamaan regresi Y = 24,690 + 0,598X. Koefisien korelasi sebesar 0,5804 menunjukkan hubungan sedang, sedangkan koefisien determinasi sebesar 33,69% menunjukkan kontribusi Pendidikan Pancasila terhadap kesadaran sosial remaja. Hasil uji t (10,834 > 1,970) dan uji F (117,372 > 3,882) pada taraf signifikansi 0,000 memperkuat temuan tersebut. Faktor penghambat utama adalah rendahnya penghayatan nilai-nilai Pancasila secara afektif (mean = 2,9496). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor signifikan antar sekolah, namun pengaruh Pendidikan Pancasila lebih besar di SMK 1 Pasundan (R² = 39,67%) dibandingkan SMAN 8 Kota Serang (R² = 31,76%). Disimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan penting dalam meningkatkan kesadaran sosial remaja, tetapi perlu penguatan aspek afektif dan penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik masing-masing jenis sekolah.