The learning of Natural and Social Sciences (IPAS) in grade IV of SDN 2 Pengadilan is still dominated by one-way lecturing, causing students to be passive and to achieve less than optimal learning outcomes, particularly on the topic of buying and selling as a way of fulfilling needs. Prior studies on the Role Playing method are abundant, yet most focus on Social Studies (IPS), while research on its effect on IPAS a subject newly introduced under the Merdeka Curriculum for fourth-grade students remains scarce. This study's novelty lies in applying the Role Playing method specifically within the IPAS learning context, aiming to describe its effect on the IPAS learning outcomes of fourth-grade elementary school students. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method employing a Nonequivalent Control Group Design involving an experimental group and a control group of fourth-grade students at SDN 2 Pengadilan. Learning outcome data were collected through tests that had been tested for validity and reliability, then analyzed using prerequisite tests and the Independent Sample T-Test. The results showed that the increase in learning outcomes of the experimental group taught with the Role Playing method was higher and significantly different from the control group taught with conventional learning. These findings confirm that the Role Playing method has a significant effect on the IPAS learning outcomes of fourth-grade elementary school students and can be used as an alternative, more active and meaningful learning variation, contributing new empirical evidence on Role Playing in the still-underexplored IPAS subject. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 2 Pengadilan masih didominasi oleh metode ceramah satu arah sehingga siswa cenderung pasif dan hasil belajarnya belum optimal, khususnya pada materi kegiatan jual beli sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan. Penelitian mengenai metode Role Playing telah banyak dilakukan, namun sebagian besar berfokus pada mata pelajaran IPS, sedangkan kajian mengenai pengaruhnya terhadap hasil belajar IPAS sebagai mata pelajaran baru dalam Kurikulum Merdeka pada siswa kelas IV sekolah dasar masih sangat terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Role Playing secara khusus dalam konteks pembelajaran IPAS, sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh metode Role Playing terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas IV SDN 2 Pengadilan. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji prasyarat serta uji hipotesis Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar kelompok eksperimen yang menerapkan metode Role Playing lebih tinggi dan berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa metode Role Playing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar dan dapat dijadikan alternatif variasi pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna, sekaligus melengkapi kajian empiris tentang penerapan Role Playing pada mata pelajaran IPAS yang masih jarang diteliti.