This classroom action research aimed to develop and implement a Deep Learning-based teaching module integrating coastal local wisdom to improve seventh-grade students' motivation and learning outcomes in English at SMPN 4 Aimere. The study responded to teachers' difficulties in designing contextual lesson plans under Indonesia's new Deep Learning Curriculum (Permendikdasmen No. 13/2025) and to students' low motivation and achievement in the Reading-Viewing and Writing-Presenting elements. Using the Kemmis and McTaggart action research model, the study was carried out in two cycles-each following the planning, acting, observing, and reflecting stages-with the themes "My Coastal Village" and "My Daily Activities". Data were collected through learning achievement tests, an ARCS-based motivation questionnaire, and observation sheets, then analyzed descriptively and qualitatively. Findings showed a consistent rise in classical mastery from 29.2% at pre-cycle to 62.5% in Cycle 1 and 87.5% in Cycle 2, exceeding the 75% success indicator, together with a steady increase in motivation scores, particularly on the Relevance and Confidence aspects of the ARCS model. The study concludes that a locally contextualized Deep Learning teaching module effectively enhances students' motivation and achievement in learning English in a coastal school setting. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan modul ajar Pembelajaran Mendalam berbasis kearifan lokal pesisir untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Bahasa Inggris murid kelas VII SMPN 4 Aimere. Penelitian ini menjawab kesulitan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran kontekstual pada Kurikulum Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025) serta rendahnya motivasi dan hasil belajar murid pada elemen Membaca-Memirsa dan Menulis-Mempresentasikan. Dengan menggunakan model penelitian tindakan Kemmis dan McTaggart, penelitian dilaksanakan dalam dua siklus-masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi-dengan tema "My Coastal Village" dan "My Daily Activities". Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket motivasi adaptasi model ARCS, dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal secara konsisten dari 29,2% pada pra-siklus menjadi 62,5% pada Siklus 1 dan 87,5% pada Siklus 2, melampaui indikator keberhasilan (75%), disertai peningkatan skor motivasi yang konsisten, terutama pada aspek Relevance dan Confidence model ARCS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul ajar Pembelajaran Mendalam yang dikontekstualisasikan dengan kearifan lokal efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar Bahasa Inggris murid di sekolah wilayah pesisir.