Fluktuasi harga saham sektor perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental sehingga diperlukan analisis terhadap indikator kinerja keuangan yang mampu menjelaskan perubahan nilai perusahaan di pasar modal. Namun, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan risiko kredit terhadap harga saham masih menunjukkan temuan yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap harga saham pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Sampel penelitian terdiri atas 15 bank yang dipilih menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 60 laporan keuangan sebagai unit analisis. Data dianalisis melalui uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Assets berpengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham, sedangkan Loan to Deposit Ratio dan Non-Performing Loantidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa Return on Assets merupakan determinan yang paling dominan di antara variabel yang diteliti dalam memengaruhi harga saham bank. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi pengelolaan aset menjadi strategi penting bagi bank untuk meningkatkan kepercayaan investor dan nilai perusahaan.