Penelitian ini memetakan batimetri dan kondisi dasar perairan reef flat Pulau Panjang dan Pulau Semujur, Bangka Tengah, menggunakan citra Planet Scope 8-band (11 Februari 2026). Koreksi kolom air menggunakan metode Depth Invariant Index (DII) Lyzenga (1978, 1981), membandingkan kombinasi band Coastal Blue-Green dan Blue-Green dari 29 titik sampel substrat pasir yang memenuhi kriteria validasi. Coastal Blue-Green menunjukkan sifat depth-invariant lebih kuat (CV = 2,56%, r = 0,933), sedangkan Blue-Green menghasilkan noise citra lebih rendah (ENL = 60,97). Klasifikasi K-Means (5 kelas) pada kedua band DII, dilanjutkan majority filtering dan interpretasi berbasis pengetahuan lapangan pertama yang berulang kali meneliti di lokasi ini, mengungkap bahwa area yang secara spektral menyerupai terumbu karang sebagian besar merupakan batu karang mati/rubble (23,90%), dengan karang hidup hanya dijumpai pada beberapa titik terbatas di kedalaman lebih dari 3 meter, tidak terpisahkan secara spektral dari rubble. Area yang menyerupai lamun teridentifikasi sebagai makroalga Sargassum pada substrat rubble (12,63%). Bersama pasir (20,28%), ketiga kelas ini mencakup 56,81% dari luas perairan yang dikaji; sisanya merupakan keterbatasan data, yaitu zona di luar batas penetrasi optik (37,61%) dan noise gelombang (5,58%), bukan ketiadaan substrat. Karena data echosounder (SBES) (2.135 titik, 2,25-13,24 m) tersebar dalam pola transek tunggal, bukan grid, regresi Satellite-Derived Bathymetry (SDB) diterapkan sebagai alternatif interpolasi konvensional. Model regresi berganda menggabungkan kedua band DII menghasilkan akurasi terbaik (R² = 0,677, RMSE = 1,49 m), mengungguli model satu band (R² = 0,643 dan 0,576). Peta kedalaman (1,7-16,6 m) dan klasifikasi substrat diintegrasikan ke model tiga dimensi ArcScene memvisualisasikan morfologi reef flat dan sebaran substrat. Masking awan/haze otomatis (UDM2) kurang andal pada reef flat terang sehingga digantikan verifikasi visual. Penelitian ini menunjukkan alur kerja SDB dan pemetaan substrat praktis untuk data validasi lapangan jarang berpola transek.