Landasan filosofis dan teoritis suatu sistem ekonomi pada dasarnya mencerminkan orientasi, tujuan, serta nilai yang melandasi aktivitas ekonomi di dalamnya. Penelitian ini mengkaji relasi antara nilai spiritual dan tujuan sosial dalam sistem ekonomi syariah melalui analisis terhadap landasan filosofis dan teoritis yang membentuk motivasi ekonomi serta tujuan kolektif dalam perspektif Islam. Ekonomi syariah tidak hanya menempatkan aspek material sebagai orientasi utama, tetapi juga mengintegrasikan nilai etika, moral, dan spiritual ke dalam aktivitas ekonomi untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sinergi antara motivasi individu yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam dengan tujuan sosial kolektif, yang diwujudkan melalui mekanisme redistribusi seperti zakat, infak, dan wakaf, dapat membangun sistem ekonomi yang inklusif, seimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis, sedangkan jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk literatur ekonomi Islam, teori motivasi modern, jurnal ilmiah, serta referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara dimensi material dan spiritual dalam ekonomi syariah mampu membentuk perilaku ekonomi yang lebih etis, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong distribusi kekayaan yang lebih adil. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguatan nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi kerangka konseptual bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah yang lebih humanis, adaptif, dan responsif terhadap tantangan ekonomi global kontemporer.