Muhammad Ghifari
Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Keagamaan Jamaah Mushalla Uswatun Hasanah, Desa Kayu Bongkok, Kabupaten Tangerang: Religious Empowerment of the Congregation at Mushalla Uswatun Hasanah, Kayu Bongkok Village, Tangerang Regency Ulfah Zakiyah; Muhammad Ghifari; Putri Rachmah A.
Khadimul Mujtama’: Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025): Khadimul Mujtama': Journal of Community Service
Publisher : LPPM Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/khadimulmujtama.v1i2.450

Abstract

This community service activity was conducted at Mushalla Uswatun Hasanah, Kayu Bongkok Village, Sepatan Subdistrict, Tangerang Regency, focusing on mentoring the recitation of Ratib al-Haddad integrated with religious discussions on supplication (du‘a) and prayer (salat). The main issue faced by the community was the limited understanding of the meaning and content of Ratib al-Haddad, as well as the lack of integration between collective dhikr practices and reflective understanding of prayer and supplication in daily religious life. This program aimed to strengthen the community’s religious understanding, improve the quality of worship practices, and enhance the role of the mushalla as a center for community-based religious development and empowerment. The activity employed a participatory approach, including preliminary observation, collective recitation of Ratib al-Haddad, short religious lectures, interactive discussions, and qualitative evaluation. The results indicate an improvement in participants’ understanding of dhikr, supplication, and prayer, increased enthusiasm and participation among congregants, and strengthened social cohesion, particularly through the active role of women as key drivers of religious activities. Furthermore, the program encouraged the sustainability of religious practices managed independently by the congregation and mushalla administrators. Overall, this community service demonstrates that mentoring religious traditions rooted in local practice can serve as an effective instrument for spiritual and social empowerment within the community.
Peningkatan Pemahaman Keislaman Masyarakat melalui Pengabdian Berbasis Ushuluddin di Desa Pasilian, Tangerang: Enhancing Community Understanding of Islamic Teachings Through Ushuluddin-Based Community Service in Pasilian Village, Tangerang Muhammad Ghifari; Muhammad Asgar Muzakki; Diski Farihatul Anam; Nuriya Safitri
Khadimul Mujtama’: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Khadimul Mujtama': Journal of Community Service
Publisher : LPPM Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/khadimulmujtama.v2i1.1057

Abstract

This community service was motivated by the limited understanding of Islamic teachings among the community of Pasilian Village, Tangerang Regency, particularly regarding moral values in social life. The partners faced declining intensity of moral education within families and the influence of digital media on children's behavior. The objective was to improve Islamic understanding through an Ushuluddin-based approach emphasizing Qur'anic and Hadith-based moral values. The participatory method involved 85 participants including religious leaders, mosque administrators, parents, and children. Activities included Hadith study sessions, Mobile Qur'an, TPA (Qur'an education for children), Islamic spiritual activities (Rohis), and regular Yasin recitations on Friday nights over two months (June–August 2024). Evaluation used pretest-posttest, participatory observation, and interviews. Success indicators were a minimum 30% increase in understanding scores and 75% participation rate. Results showed the average moral understanding score increased from 54.2 to 81.6 (50.6% increase). Participation reached 82%. Behavioral changes included improved discipline in congregational prayers and polite language use. This service contributes to building ethical awareness in the community and provides a replicable Ushuluddin-based service model. Recommendations include establishing village religious cadres.
Refleksi Hadis tentang Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Ulfah Zakiyah; Muhammad Ghifari
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 4 No. 2 (2023): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jefbg065

Abstract

Penelitian ini mengkaji teladan Nabi Muhammad SAW dalam interaksi dengan penyandang disabilitas melalui analisis hadis-hadis yang relevan. Metode studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur Islam yang sahih dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang luar biasa dalam hal inklusi, empati, dan keadilan sosial terhadap penyandang disabilitas. Dengan menelaah kasus-kasus seperti Ibnu Ummi Maktum dan 'Itban bin Malik, penelitian ini mengeksplorasi prinsip-prinsip kesetaraan, martabat, dan kepedulian yang diajarkan oleh Nabi. Nabi Muhammad SAW tidak hanya memberikan perhatian dan penghargaan kepada mereka, tetapi juga memperlakukan mereka dengan martabat dan kepedulian yang sama seperti individu lainnya. Teladan Nabi tersebut memiliki relevansi yang penting dalam konteks kontemporer, di mana nilai-nilai inklusi dan keadilan menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati terhadap penyandang disabilitas. Dengan demikian, pemahaman dan implementasi nilai-nilai ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia.
ANJURAN TAMPIL CANTIK BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Ulfah Zakiyah; Muhammad Ghifari
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.488

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi anjuran hadis tentang perempuan tampil cantik atau good looking di ruang publik, sebagai respons terhadap pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan hanya boleh berdandan di rumah untuk suami. Dalam konteks modern, kebutuhan tampil menarik menjadi bagian penting dalam interaksi sosial, pendidikan, dan pekerjaan, namun sering kali berbenturan dengan stigma keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan tematik (madhū’ī), menganalisis hadis-hadis yang relevan untuk memberikan panduan yang seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan perempuan untuk menjaga penampilan mereka di ruang publik selama tidak melampaui batas (tabarruj) dan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk merawat diri, memakai perhiasan, dan berpakaian menarik dengan niat yang benar, yakni menjaga martabat diri serta memuliakan anugerah Allah. Kajian ini menegaskan bahwa perempuan Muslim dapat mengekspresikan kecantikan mereka secara proporsional tanpa mengabaikan nilai spiritual.
TELAAH KITAB TAFASSERE BICARA UGINA SURAH ‘AMMA KARYA AGH. MUHAMMAD AS’AD SENGKANG Nur Adinda; Ida Kurnia Shofa; Muhammad Ghifari
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.363

Abstract

This article examines one of the tafsir books compiled by AGH. Muhammad As'ad, one of the Indonesian clerics who is influential in South Sulawesi. The book of tafsir is entitled Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma. This tafsir is among the first tafsir written using Lontarak script and in Bugis language, so this tafsir book provides a new nuance in the history of the study of al-Qur'an tafsir in South Sulawesi. The book of tafsir was translated into Indonesian by AGH. As'ad students, Sjamsoeddin Singkang. The book Tafasere Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma is classified as a book that has little exposure to the general public, so no research has been found that examines this book of tafsir. This research aims to examine the characteristics, background of interpretation, sources, methods and styles used by AGH. As'ad in interpreting the Koran. This type of research is library research using descriptive analysis methods. From this research it can be seen that the Bugis community was the main target for writing the book Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma because the community's understanding there is still very limited and there are still many ritual practices that are not in accordance with Islamic teachings and beliefs. As for the source of AGH interpretation. As'ad uses the bi al-ray tafsir method. From a methodological aspect, this interpretation uses the ijmali method with simple interpretation. The breadth of explanation falls into the category of bayani interpretation. The targets and order of verses are interpreted using the maudhu'i verse method. The style of interpretation tends to be towards faith and divinity, making it fall into the category of interpretation of the i'tiqadi style. Artikel ini mengkaji salah satu kitab tafsir yang disusun oleh AGH. Muhammad As’ad, salah satu ulama Nusantara yang berpengaruh di Sulawesi Selatan. Kitab tafsirnya diberi judul Tafasere Bicara Ugina Surah Amma. Tafsir tersebut termasuk tafsir pertama yang ditulis menggunakan aksara Lontarak dan berbahasa Bugis sehingga kitab tafsir ini memberikan nuansa baru dalam sejarah kajian tafsir al-Qur’an di Sulawesi Selatan. Kitab tafsir diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh murid AGH. As’ad, Sjamsoeddin Singkang. Kitab Tafasere Bicara Ugina Surah Amma tergolong kitab yang kurang terekspos di masyarakat umum, sehingga belum ditemukan penelitian yang mengkaji kitab tafsir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, latar belakang penafsiran, sumber, metode dan corak yang digunakan AGH. As’ad dalam menafsirkan al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa masyarakat Bugis menjadi sasaran utama penulisan kitab Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma karena pemahaman masyarakat di sana masih sangat terbatas dan masih terdapat banyak praktik ritual yang tidak sesuai dengan ajaran dan keyakinan Islam. Adapun mengenai sumber penafsiran AGH. As’ad menggunakan metode tafsir bi al-ray. Dari aspek metolodogi, tafsir ini menggunakan metode ijmali dengan penafsiran sederhana. Keluasan penjelasan masuk pada kategori tafsir bayani. Adapun sasaran dan tertib ayat yang ditafsirkan menggunakan metode maudhu’i ayat. Corak penafsiran cenderung mengarah ke arah keimanan dan ketuhanan menjadikannya termasuk kategori tafsir corak i’tiqadi.