ABSTRAK Industri makanan olahan saat ini sangat kompetitif, sehingga perusahaan harus mengelola sumber daya produksi secara efisien agar bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. CV Lezatku Food Ambarawa mengalami masalah dalam penggunaan bahan baku yang belum optimal dan ketidakseimbangan jumlah produksi di antara berbagai produk, sehingga laba perusahaan belum mencapai tingkat maksimal. Penelitian ini bertujuan menemukan kombinasi produksi terbaik agar keuntungan maksimal dengan menggunakan metode simpleks dalam model program linier, serta memanfaatkan perangkat lunak QM for Windows. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengacu pada data produksi, pemakaian bahan baku, serta kapasitas produksi selama periode Mei hingga Juli 2025. Fungsi tujuan dirumuskan sebagai Z = 900X₁ + 900X₂ + 1500X₃ + 1100X₄, di mana angka 900, 900, 1500, dan 1100 menunjukkan keuntungan per paket (rupiah/paket) untuk bakso ayam, bakso ikan, bakso PSW, dan bakso TN. Hasil optimasi menunjukkan produksi maksimal yang bisa dicapai adalah 188.464 pack per bulan, yang lebih sedikit dibandingkan produksi yang sebenarnya terjadi yaitu 193.596 pack per bulan. Produksi optimal mencakup 50.362 paket bakso ayam per bulan, 42.032 paket bakso ikan per bulan, 32.422 paket bakso PSW per bulan, serta 63.648 paket bakso TN per bulan. Produksi bakso ikan berkurang dari 47.164 menjadi 42.032 pak per bulan karena keuntungannya lebih kecil dibandingkan produk lainnya. Metode simpleks terbukti membantu meningkatkan penggunaan bahan baku secara lebih efisien dan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kata Kunci: metode simpleks, optimasi, produksi bakso ABSTRACT Application of The Simplex Method for The Optimization of Packaged Meatballs Production (Case Study: Cv Lezatku Food Ambarawa). The competition in the processed food industry requires companies to manage their production resources efficiently in order to achieve maximum profit. CV Lezatku Food Ambarawa is facing issues with inefficient use of raw materials and an imbalance in the production quantities of different products, which is preventing the company from achieving its maximum profits. This study aims to find the best production combination to maximize profit by using the simplex method in a linear programming model through the QM for Windows software. The study uses a quantitative approach based on production data, raw material usage, and production capacity from May to July 2025. The goal function is expressed as Z = 900X₁ + 900X₂ + 1500X₃ + 1100X₄, where the coefficients 900, 900, 1500, and 1100 represent the profit per pack (in rupiah per pack) for chicken meatballs, fish meatballs, PSW meatballs, and TN meatballs respectively. The optimization results show that the optimal total production is 188,464 packs per month, which is lower than the actual production of 193,596 packs per month. The optimal production includes 50,362 packs per month of chicken meatballs, 42,032 packs per month of fish meatballs, 32,422 packs per month of PSW meatballs, and 63,648 packs per month of TN meatballs. Production of fish meatballs decreased from 47,164 to 42,032 packs per month because the profit contribution from this product is lower compared to other products. The simplex method has been proven to improve the efficiency of raw material usage and help maximize the company's profits. Keywords: meatball production, optimization, simplex method