Saifudin, Muhamad Fafa Haika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Krisan Pot Tipe Spray (Dendranthema grandiflora Tzvelev) pada Perbedaan Waktu Pinching dan Lama Penyinaran Tambahan Saifudin, Muhamad Fafa Haika; Sasmita, Ellen Rosyelina
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.2.3

Abstract

Tanaman krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev) merupakan tanaman hias pot dan juga bunga potong. Permasalahan yang terjadi di lapangan yaitu krisan pot yang diproduksi sulit menumbuhkan bunga yang mekar secara kompak. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pinching dan lama penyinaran tambahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu pinching dan lama penyinaran tambahan yang paling tepat untuk pertumbuhan dan pembungaan krisan. Rancangan yang digunakan adalah Split Plot Design dengan tiga kali ulangan. Petak utama (main plot) yaitu lama penyinaran tambahan dengan taraf 3, 4, dan 5 jam. Anak petak (sub plot) yaitu waktu pinching dengan taraf 6, 10, dan 14 hari setelah tanam (HST). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) taraf 5% dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan lama penyinaran tambahan dan waktu pinching terhadap diameter bunga. Kombinasi terbaik adalah lama penyinaran tambahan 4 jam dan waktu pinching 10 HST. Perlakuan waktu pinching 14 HST memberikan hasil tinggi tanaman tertinggi pada umur 28 dan 35 HST, jumlah daun terbanyak pada umur 28 dan 35 HST, jumlah cabang produktif terbanyak, jumlah bunga per tanaman terbanyak, diameter rumpun bunga terlebar, dan panjang tangkai terpanjang. Perlakuan lama penyinaran tambahan 4 jam memberikan hasil hari muncul bunga tercepat, jumlah bunga per tanaman terbanyak, dan diameter rumpun bunga terlebar.