Sarapina
Universitas Hamzanwadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Pendampingan Intensif Berkelompok pada Siswa Kelas II MIS Darunniyah NW Pancor Manis Wahyu Akbar Ansori; Sarapina; Baiq Puput Ilna Zahwa
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18416

Abstract

Abstract: Beginning reading is a foundational competence for learning across subjects, yet a number of lower-grade students still experience difficulties in letter-sound recognition, syllable blending, word reading, fluency, and basic comprehension. This classroom action research examined the improvement of beginning reading skills through an intensive small-group mentoring program in Grade II of MIS Darunniyah NW Pancor Manis. The class consisted of 27 students; initial screening identified 15 students who scored below the minimum mastery criterion of 70 and became the primary targets of the intervention. The study was conducted in two cycles from September to November 2025. The intervention used homogeneous groups of four to five students, 45-minute sessions from Monday to Thursday, syllable-based instruction, graded reading materials, letter and word cards, guided oral reading, and short-sentence comprehension activities. Data were collected through reading tests, observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively. Based on the assessment scores, the mean score of the targeted students increased from 80.00 in Cycle I to 91.43 in Cycle II, while mastery increased from 80.0% (12 of 15 students) to 93.3% (14 of 15 students). The findings indicate that intensive, adaptive, small-group support is a promising classroom strategy for strengthening beginning reading, although the single-school action-research design limits causal and broader generalization claims. Abstrak: Membaca permulaan merupakan kompetensi dasar yang menentukan keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran, tetapi sebagian siswa kelas rendah masih mengalami kesulitan mengenali hubungan huruf-bunyi, menggabungkan suku kata, membaca kata, menjaga kelancaran, dan memahami kalimat sederhana. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui program pendampingan intensif berkelompok pada siswa kelas II MIS Darunniyah NW Pancor Manis. Kelas terdiri atas 27 siswa; hasil skrining awal menunjukkan 15 siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dan menjadi sasaran utama pendampingan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada September-November 2025. Pendampingan dilakukan dalam kelompok homogen beranggotakan 4-5 siswa selama sekitar 45 menit, Senin-Kamis, dengan metode suku kata, bahan bacaan berjenjang, kartu huruf dan kata, membaca terbimbing, serta latihan pemahaman kalimat pendek. Data diperoleh melalui tes membaca, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan skor penilaian, rata-rata siswa sasaran meningkat dari 80,00 pada Siklus I menjadi 91,43 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan meningkat dari 80,0% (12 dari 15 siswa) menjadi 93,3% (14 dari 15 siswa). Temuan menunjukkan bahwa pendampingan yang intensif, adaptif, dan berkelompok berpotensi menjadi strategi perbaikan pembelajaran membaca permulaan, dengan keterbatasan pada desain tindakan kelas satu sekolah yang belum memungkinkan generalisasi luas.