Abstract: Recognizing and reading hijaiyah letters is an important component of early religious literacy. This classroom action research aimed to improve hijaiyah-letter reading skills through bottle-cap media among 15 children aged 4-5 years in Group A at TKIT An-Najah, Tambun Selatan. The study followed the Kemmis and McTaggart model in two cycles, comprising seven meetings in Cycle I and five meetings in Cycle II. Data were collected through observation, interviews, documentation, and field notes. The observation instrument contained 22 items rated on a four-level developmental scale: not yet developed, beginning to develop, developed as expected, and very well developed. Three domains were assessed: understanding written symbols, pronouncing hijaiyah letters, and recognizing and distinguishing hijaiyah letters. Overall achievement increased from 33.33% at baseline to 56.05% in Cycle I and 81.86% in Cycle II. At the end of Cycle II, achievement reached 84.33% for understanding written symbols, 79.57% for pronunciation, and 80.13% for recognition and discrimination. Improvement followed more structured demonstrations, repeated practice, hands-on manipulation, and individual assistance. The findings indicate that bottle-cap media can serve as a concrete, inexpensive, and visually engaging learning aid for improving hijaiyah-letter reading skills in the investigated classroom context. Because the study involved one class without a comparison group, the findings should not be generalized without further research. Abstrak: Kemampuan membaca huruf hijaiyah merupakan bagian penting dari literasi awal keagamaan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah melalui media bottle caps pada 15 anak kelompok A usia 4-5 tahun di TKIT An-Najah, Tambun Selatan. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri atas tujuh pertemuan pada siklus I dan lima pertemuan pada siklus II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen observasi terdiri atas 22 butir dengan skala empat tingkat, yaitu belum berkembang, mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang sangat baik. Tiga aspek yang dinilai meliputi pemahaman lambang tertulis, pelafalan huruf hijaiyah, serta kemampuan mengenali dan membedakan huruf hijaiyah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan capaian keseluruhan dari 33,33% pada pra-tindakan menjadi 56,05% pada siklus I dan 81,86% pada siklus II. Pada siklus II, capaian aspek pemahaman lambang tertulis mencapai 84,33%, pelafalan huruf hijaiyah 79,57%, serta pengenalan dan pembedaan huruf hijaiyah 80,13%. Peningkatan terjadi setelah kegiatan diperbaiki melalui demonstrasi yang lebih terstruktur, pengulangan, pemberian kesempatan manipulatif, dan pendampingan individual. Temuan menunjukkan bahwa media bottle caps dapat digunakan sebagai media konkret, murah, dan menarik untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah dalam konteks kelas yang diteliti. Hasil ini tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi di luar konteks penelitian tanpa pengujian lebih lanjut.