Abstract: The Kapanca tradition is an important sequence in the customary marriage system of the Mbojo ethnic group and is still practiced by the community of Rontu Village, Raba District, Bima City. This article analyzes the implementation process of Kapanca and the social values embedded in it. The study employed a qualitative approach with an ethnographic case-study design. Data were collected through observation, interviews with traditional leaders, community leaders, families involved in the ceremony, and local residents, as well as documentation of customary activities. The data were analyzed through condensation, presentation, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that Kapanca is implemented through preparation, opening, core ritual, and closing stages. The ceremony does not merely mark the readiness of the bride-to-be to enter married life; it also functions as a space for reproducing social values. The main values identified include mutual cooperation, kinship, respect for customs and ancestors, religiosity, collective responsibility, and social solidarity. These values are reflected in family deliberation, role sharing, preparation of ritual equipment, application of henna, collective prayer, moral advice, and community participation in completing the event. The findings indicate that Kapanca functions as a mechanism for cultural preservation, social education, and the strengthening of social cohesion within the Mbojo community amid contemporary social change. Abstrak: Tradisi Kapanca merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Suku Mbojo yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Artikel ini bertujuan menganalisis prosesi pelaksanaan Kapanca dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus-etnografis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga pelaksana, dan warga, serta dokumentasi kegiatan adat. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapanca dilaksanakan melalui tahap persiapan, pembukaan, pelaksanaan inti, dan penutup. Prosesi ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda kesiapan calon pengantin perempuan memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi juga sebagai ruang reproduksi nilai sosial. Nilai-nilai utama yang ditemukan meliputi gotong royong, kekeluargaan, penghormatan terhadap adat dan leluhur, religiusitas, tanggung jawab kolektif, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut tampak dalam musyawarah keluarga, pembagian peran masyarakat, penyiapan perlengkapan adat, pemasangan inai, doa bersama, pemberian nasihat, serta partisipasi warga dalam menyelesaikan rangkaian acara. Temuan ini memperlihatkan bahwa Kapanca berperan sebagai mekanisme pelestarian budaya, pendidikan sosial, dan penguatan kohesi komunitas Mbojo di tengah perubahan sosial kontemporer.