Susyana Chandra Santi Dewi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asosiasi komunikasi, empati dan kompetensi perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit Y Bantul Susyana Chandra Santi Dewi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1532

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan, namun data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa meskipun indeks kepuasan peserta JKN terus meningkat setiap tahun, angka tersebut masih berada di bawah standar minimal nasional sebesar 95%. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Y Bantul turut menemukan sejumlah keluhan pasien terkait komunikasi perawat yang kurang ramah, empati yang dinilai rendah, serta kompetensi petugas yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi, empati, dan kompetensi perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit Y Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional, menggunakan sampel sebanyak 68 responden yang ditentukan melalui rumus Lemeshow dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai komunikasi (52,9%), empati (60,3%), dan kompetensi perawat (61,8%) berada pada kategori cukup, dengan 57,4% responden menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara komunikasi (X² = 10,876; p = 0,004), empati (X² = 9,183; p = 0,010), maupun kompetensi perawat (X² = 6,640; p = 0,036) dengan kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi, empati, dan kompetensi perawat masing-masing berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap, dengan komunikasi menunjukkan hubungan paling kuat, sehingga penguatan komunikasi terapeutik perawat perlu menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.