Koekoeh Hardjito
Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONSELING KB MENGGUNAKAN MEDIA ABPK TERHADAP CALON AKSEPTOR KB Elliza Natania Nawangsari; Koekoeh Hardjito; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Ririn Indriani
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.15002

Abstract

Indonesia has one of the world's largest populations, making population growth control through the Family Planning (FP) Program a continuing national priority. According to data from the National Population and Family Planning Board (BKKBN), 57.4% of couples of reproductive age were active FP participants in 2021, while contraceptive use remained predominantly concentrated in non-long-acting methods. The effectiveness of FP services is closely related to the quality of counseling provided to prospective acceptors. Decision-Making Aids (ABPK) serve as a counseling medium that enables clients to understand, compare, and evaluate contraceptive options according to their individual needs and circumstances. This study aimed to examine the effect of ABPK-assisted FP counseling on the knowledge of prospective acceptors among primigravida women. A quantitative study employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design was conducted involving 33 respondents. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded p = 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in knowledge before and after the intervention. The proportion of respondents with good knowledge increased from 3.0% before counseling to 90.9% after counseling, representing an improvement of 87.9 percentage points. These findings demonstrate that ABPK-assisted counseling effectively enhances the knowledge of prospective FP acceptors. Therefore, health professionals are encouraged to optimize the use of ABPK to facilitate informed contraceptive decision-making. ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar sehingga pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui Program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi agenda penting pemerintah. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa pada tahun 2021 sebanyak 57,4% Pasangan Usia Subur tercatat sebagai peserta KB aktif, dengan penggunaan kontrasepsi yang masih didominasi metode non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (non-MKJP). Keberhasilan pelayanan KB tidak terlepas dari kualitas konseling yang diberikan kepada calon akseptor. Salah satu media yang dapat mendukung proses tersebut ialah Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK), yang membantu klien memahami serta membandingkan berbagai alternatif kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling KB berbantuan ABPK terhadap tingkat pengetahuan calon akseptor pada ibu hamil primigravida. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one-group pretest-posttest yang melibatkan 33 responden. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 3,0% sebelum konseling menjadi 90,9% setelah konseling, atau mengalami kenaikan sebesar 87,9 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan ABPK dalam konseling KB efektif meningkatkan pengetahuan calon akseptor. Oleh sebab itu, penggunaan ABPK perlu dioptimalkan dalam pelayanan KB agar pemilihan metode kontrasepsi dilakukan berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.