Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prinsip Bahan Ajar Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam: Perspektif Inklusivitas, Toleransi, dan Kesetaraan Putri Maya Sari; Kharisul Wathoni; Krisnanda Alifia Ramadhanty; Wahyuadi Setyaningtyas Dewi Putri; Aulia Farkhatul Maulida; Lailatun Nimah; Mohammad Rohman Rifai
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3130

Abstract

Keberagaman budaya, agama, dan latar belakang sosial merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta sikap inklusif kepada peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan bahan ajar yang berperspektif multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji prinsip-prinsip bahan ajar multikultural dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan multikultural, pengembangan bahan ajar, serta konsep pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan ajar multikultural dalam PAI perlu disusun berdasarkan beberapa prinsip utama, yaitu prinsip inklusivitas, toleransi, keadilan, kesetaraan, dialog antarbudaya, serta nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, bahan ajar juga harus kontekstual dengan realitas sosial masyarakat yang plural serta mampu menumbuhkan sikap saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai. Integrasi prinsip-prinsip tersebut dalam bahan ajar PAI diharapkan dapat memperkuat fungsi pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, terbuka, dan mampu berinteraksi secara harmonis dalam masyarakat multikultural.
FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU PENDIDIKAN Muhammad Fauzan Rivaldi; Kharisul Wathoni; Mohammad Rohman Rifai; Muhammad Faza Zahiduzzaka; Putri Maya Sari
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2026): in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v8i2.3853

Abstract

This article examines the philosophy of science as a fundamental basis for developing educational science. The study is motivated by the tendency of education to be reduced to technical, pragmatic, and administrative practices without sufficient philosophical reflection. Using library research and conceptual content analysis, this article reviews the original manuscript, two articles from the Journal of Indonesian Progressive Education, ten articles from Sinta 1 journals, and five major books on philosophy of science, Islamic education, and research methodology. The findings show that educational science requires three interrelated foundations: ontology, which clarifies the object and nature of education; epistemology, which determines valid methods of knowledge construction; and axiology, which directs educational science toward ethical, humanistic, and socially responsible purposes. The article also proposes a three-sphere model, fishbone analysis, and an algorithmic framework to guide educational scholars in integrating scientific rationality, Islamic values, and contextual Indonesian needs. The study concludes that philosophy of science is not an abstract supplement but a critical compass for developing educational science.