Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi SISKEUDES dan Pengendalian Internal Dalam Mendukung Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Anjungan Dalam Natalia Sesilia; Haryono Haryono; Djunita Permata Indah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 3 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i3.16250

Abstract

Peningkatan kompleksitas pengelolaan keuangan desa berbanding lurus dengan tingginya risiko penyimpangan anggaran. Oleh karena itu, penguatan sistemik melalui integrasi teknologi informasi dan pengendalian internal menjadi perangkat penting untuk memitigasi risiko tersebut. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) beserta instrumen pengendalian internalnya dalam mewujudkan akuntabilitas tata kelola keuangan di lingkungan pemerintahan desa Anjungan Dalam. Melalui metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data yang bersumber dari hasil wawancara, pengamatan lapangan secara langsung, serta dokumentasi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan implementasi SISKEUDES telah membantu manajemen finansial tingkat desa menjadi lebih terstruktur, teratur, serta menunjukkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi melalui proses pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan berbasis digital. Akuntabilitas pengelolaan keuangan desa tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan teknologi melalui SISKEUDES, tetapi juga oleh efektivitas pengendalian internal yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis mengenai interaksi teknologi dan pengendalian internal, serta menjadi pedoman taktis bagi pemerintah desa untuk meningkatkan pemanfaatam sistem. Peneliti berikutnya direkomendasikan untuk memperluas ruang lingkup dengan melibatkan beberapa desa yang memiliki karakterisrik infrastruktur berbeda atau mengikutsertakan masyarakat sebagai informan tambahan.