Yusna Yusna
Program Studi Akuntansi Manajemen, Politeknik Negeri Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Audit kepatuhan atas penerapan PSAK 109 tentang piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk sebagai klien KAP Sentra Audit dan Rekan Hilda Tri Rachmawati; Yusna Yusna; Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1382

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan akuntansi piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk, mengevaluasi prosedur audit dan kertas kerja pemeriksaan yang dilaksanakan oleh KAP Sentra Audit dan Rekan, mengidentifikasi kendala atau temuan signifikan dalam audit kepatuhan terhadap penerapan PSAK 109, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk memitigasi risiko ketidakpatuhan di masa mendatang. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan supervisor auditor yang terlibat langsung dalam audit PT Hyra Jaya Tbk. Data sekunder diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap kertas kerja pemeriksaan, aging schedule, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan akuntansi piutang usaha PT Hyra Jaya Tbk secara umum telah sesuai dengan PSAK 109 pada aspek pengakuan, klasifikasi, pengukuran awal, penyajian, dan pengungkapan. Namun, ditemukan ketidaksesuaian pada aspek penurunan nilai (Expected Credit Loss/ECL), di mana perusahaan tidak melakukan penambahan cadangan kerugian pada tahun 2025 karena menganggap cadangan tahun sebelumnya sudah cukup, sementara perhitungan auditor menunjukkan nilai ECL yang seharusnya diakui lebih besar. Kendala utama yang dihadapi auditor adalah keterbatasan data aging schedule yang disusun secara triwulanan, sehingga menghambat analisis pola kolektibilitas piutang secara mendalam dan penerapan pendekatan forward-looking. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu periode audit (tahun buku 2025) dan satu objek perusahaan (PT Hyra Jaya Tbk), sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas. Keterbatasan data historis piutang yang tersedia juga memengaruhi kedalaman analisis ECL. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan frekuensi monitoring piutang, penyusunan aging schedule secara bulanan, dan perhitungan ECL secara berkala. Implikasi teoritisnya adalah penelitian ini memperkaya literatur tentang implementasi PSAK 109 dan audit kepatuhan atas instrumen keuangan di Indonesia. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan analisis kebijakan akuntansi, prosedur audit, dan perhitungan ECL dalam satu studi kasus pada perusahaan sektor teknologi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada prosedur audit secara atau aspek akuntansi piutang secara parsial, penelitian ini secara simultan mengevaluasi kesesuaian kebijakan akuntansi, prosedur audit, dan perhitungan ECL, serta mengidentifikasi kesenjangan spesifik antara ketentuan standar dan praktik di lapangan, terutama terkait ketersediaan data untuk pendekatan forward-looking.