Yuhaprizon Yuhaprizon
Program Studi Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda, Subang, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelayakan finansial dan determinan perilaku investasi PLTS atap pada UMKM di Jawa Barat Yuhaprizon Yuhaprizon; Fikry Ramadhan Suhendar
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1437

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap serta menguji pengaruh persepsi manfaat ekonomi, persepsi risiko investasi, dan dukungan kebijakan terhadap keputusan investasi PLTS pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain explanatory research dengan teknik purposive sampling terhadap 100 pemilik atau pengelola UMKM. Analisis perilaku dilakukan menggunakan regresi linear berganda, sementara kelayakan finansial dinilai melalui pemodelan arus kas 20 tahun yang memperhitungkan biaya operasi dan pemeliharaan, degradasi panel 0,5% per tahun, serta penggantian inverter pada tahun ke-10. Temuan – Analisis kelayakan finansial pada skenario acuan 5 kWp menunjukkan proyek ini layak secara finansial dengan nilai NPV Rp30.915.737, IRR 15,24%, PI 1,42, dan Payback Period 6,32 tahun. Hasil regresi menunjukkan bahwa persepsi manfaat ekonomi dan dukungan kebijakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sedangkan persepsi risiko investasi berpengaruh negatif dan signifikan, dengan keseluruhan model mampu menjelaskan 46,5% variasi keputusan investasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan kajian ini mencakup penggunaan teknik sampling non-probabilistik dan cakupan wilayah yang relatif terbatas di Jawa Barat, sehingga generalisasi pada populasi yang lebih luas harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu, pengukuran keputusan investasi pada penelitian ini didasarkan pada persepsi dan kesiapan responden, bukan pada realisasi investasi aktual. Implikasi – Secara manajerial, vendor PLTS disarankan untuk menyusun penawaran berbasis business case yang mencakup estimasi penghematan dan proyeksi cash flow. Bagi pemerintah dan lembaga keuangan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyediaan skema pembiayaan hijau yang terjangkau, kejelasan layanan purna jual, serta penguatan kebijakan dan pendampingan teknis untuk sektor UMKM. Kebaruan – Keterbaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara pendekatan techno-economic (kelayakan finansial proyek) dengan pendekatan perilaku secara simultan untuk menjelaskan secara komprehensif determinan keputusan adopsi PLTS di sektor UMKM.