Abstract. College students are in the emerging adulthood phase, during which they are vulnerable to various stresses and mental health disorders. The availability of services at universities is not yet sufficient to help students and encourage them to seek help; therefore, internal factors are needed to strengthen their readiness. This study aims to examine the influence of self-efficacy for seeking help on professional help-seeking behavior. This study uses a non-experimental quantitative design with a causal approach. The sample consisted of 391 active undergraduate students aged 18–25 in Bandung, selected using convenience sampling. Self-efficacy for seeking help was measured using the Self-Efficacy for Seeking Mental Health Care (SE-SMHC) scale, while professional help-seeking behavior was assessed using the Help-Seeking Behavior scale. The results show that both dimensions of self-efficacy for seeking help collectively have a significant effect (= 8.4% & p<.001). However, when analyzed partially, only the Confidence in Coping dimension had a significant effect (p=.003), while Confidence in Knowledge did not (p=.108). These findings indicate that confidence in coping with emotional and social consequences is more decisive. Therefore, it is recommended to provide interventions that build students’ courage to face emotional and social consequences. Abstrak. Mahasiswa berada pada fase emerging adulthood yang rentan terhadap berbagai tekanan serta gangguan kesehatan mental. Ketersediaan layanan di perguruan tinggi belum cukup untuk bisa membantu mahasiswa dan mendorong mereka untuk mengakses, maka diperlukan faktor internal diri yang memperkuat kesiapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keyakinan diri mencari bantuan terhadap profesional help seeking behavior Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan kausalitas. Sampel berjumlah 391 mahasiswa aktif program sarjana berusia 18-25 tahun di Kota Bandung yang diambil menggunakan teknik convenience sampling. Keyakinan diri mencari bantuan diukur menggunakan Self Efficacy for Seeking Mental Health Care (SE-SMHC), sedangkan Profesional Help Seeking Behavior menggunakan alat ukur pengembangan Help Seeking Behavior. Hasil menunjukan kedua dimensi keyakinan diri mencari bantuan secara bersama-sama berpengaruh signifikan (R²= 8.4% & p<.001). Namun, secara parsial hanya dimensi Confidence in Coping yang berpengaruh signifikan (p=.003) sedangkan Confidence in Knowledge tidak (p=.108). Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan menghadapi konsekuensi emosional dan sosial lebih menentukan. Maka merekomendasikan untuk dapat memberikan intervensi yang membangun keberanian mahasiswa untuk menghadapi konsekuensi emosional dan sosial.