Abstract. High job demands in the banking sector may increase employees' tendency to engage in cyberloafing, defined as using the internet for non-work-related purposes during working hours and regarded as a form of workplace deviance. This study aimed to examine the contribution of workload to minor cyberloafing and serious cyberloafing among banking employees in Bandung City. A quantitative non-experimental approach with a one-way correlational and cross-sectional design was employed. A total of 144 banking employees were recruited using a convenience sampling technique. Workload was measured using the NASA Task Load Index (NASA-TLX), while cyberloafing was assessed using the Indonesian-adapted Cyberloafing Scale. Data were analyzed using simple linear regression. The results showed that most respondents reported high levels of workload and minor cyberloafing, whereas serious cyberloafing was generally low. Workload made a positive and significant contribution to minor cyberloafing (R² = 0.408, p < .001) and serious cyberloafing (R² = 0.153, p < .001). These findings indicate that increased workload is more strongly associated with minor cyberloafing than serious cyberloafing. Organizations are encouraged to manage workload more effectively, and future studies should examine additional factors influencing cyberloafing. Abstrak. Tingginya tuntutan kerja pada sektor perbankan berpotensi meningkatkan kecenderungan karyawan menggunakan internet untuk kepentingan di luar pekerjaan (cyberloafing), yang dipandang sebagai bentuk workplace deviance. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi beban kerja terhadap minor cyberloafing dan serious cyberloafing pada karyawan perbankan di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional satu arah dan metode cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 144 karyawan perbankan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA Task Load Index (NASA-TLX), sedangkan cyberloafing diukur menggunakan Cyberloafing Scale yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat beban kerja dan minor cyberloafing yang tinggi, sedangkan serious cyberloafing berada pada kategori rendah. Beban kerja berkontribusi positif dan signifikan terhadap minor cyberloafing (R² = 0,408; p < 0,001) dan serious cyberloafing (R² = 0,153; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja lebih berkaitan dengan munculnya minor cyberloafing dibandingkan serious cyberloafing. Organisasi disarankan mengelola beban kerja secara lebih proporsional, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi cyberloafing.