Desa Nangahale, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan ikan dalam bentuk segar sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan diversifikasi produk perikanan melalui pembuatan nugget ikan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 25 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta serta observasi untuk menilai keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 56,80 meningkat menjadi 86,40 pada post-test, dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 52,11% yang termasuk kategori sedang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan nugget ikan secara mandiri serta memahami teknik pengemasan dan peluang pemasaran produk. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi mendukung pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.  Nangahale Village, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province, has abundant fishery resources; however, most fish catches are still marketed as fresh products, resulting in relatively low economic value for the local community. This community service program aimed to improve community knowledge, skills, and business opportunities through the diversification of fishery products by producing fish nuggets. The program employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach involving counseling, demonstrations, hands-on practice, and continuous mentoring for 25 participants. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement, while practical skills were assessed through direct observation. The results showed that the average pre-test score increased from 56.80 to 86.40 in the post-test, representing a 52.11% increase in categorized as moderate. Furthermore, participants successfully acquired practical skills in producing fish nuggets, applying hygienic processing techniques, packaging products, and identifying potential marketing opportunities. The program effectively enhanced community capacity to process local fishery resources into value-added products and demonstrated strong potential for supporting sustainable community-based microenterprises and improving the economic welfare of coastal communities.