Kenakalan Remaja merupakan permasalahan sosial yang di pengaruhi oleh perubahan masa remaja, kurangnya pengawasan remaja, pergaulan teman sebaya, dan penggunaan media sosial yang tidak bijak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis edukasi konsep jarimah sebagai upaya preventif dalam penanggulangan kenakalan remaja di Desa Polewali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif peneliti dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan penelitian meliputi observasi awal, identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan edukasi melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, serta evaluasi dan refleksi bersama. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui keterlibatan langsung dengan remaja, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta data sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kenakalan remaja yang ditemukan di Desa Polewali meliputi kebiasaan keluyuran pada malam hari, pergaulan yang kurang terkontrol, rendahnya kedisiplinan dalam kegiatan pendidikan, serta penggunaan media sosial yang tidak bijak. Faktor penyebab kenakalan remaja antara lain kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, minimnya pemahaman nilai agama, serta pengaruh teknologi dan media sosial.