Haidar Zaki Kalbuesa
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Sebaran Nitrat di Perairan Betahwalang, Kabupaten Demak Haidar Zaki Kalbuesa; Lilik Maslukah; Aris Ismanto; Muhammad Zainuri
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.31725

Abstract

Perairan Betahwalang dipengaruhi aktivitas mangrove, tambak, permukiman, dermaga, dan pengolahan rajungan yang berpotensi menyumbang bahan organik/nitrogen (nitrat) ke sungai dan muara. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi dan distribusi nitrat di Perairan Betahwalang, Demak, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada 33 stasiun yang mewakili zona muara Sungai Jajar, pesisir Betahwalang, dan laut lepas pada 27 April 2025. Konsentrasi nitrat dianalisis menggunakan metode reduksi kadmium dan spektrofotometer UV-Vis dan pola sebaran spasialnya menggunakan metode interpolasi spline. Untuk memahami pengaruh dinamika oseanografi terhadap sebaran nutrien, dilakukan pemodelan hidrodinamika dan EcoLab 21/3. Hasil menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar 0,0004–0,2597 mg/L dengan pola sebaran yang menurun ke arah laut lepas. Pola sebaran yang terbentuk merefleksikan dominasi masukan nutrien dari daratan dan terjadinya proses pengenceran oleh massa air laut. Hasil model memperlihatkan bahwa arus pasang surut menjadi pengontrol utama transport nitrat, di mana fase pasang meningkatkan pencampuran di zona muara, sedangkan fase surut mendorong ekspor nitrat ke perairan pesisir membentuk plume mengikuti arah arus dominan. Validasi elevasi pasang surut menghasilkan root mean square error (RMSE) sebesar 0,1097 m dan untuk nitrat sebesar RMSE 0,0395 mg/L pada domain sungai dan 0,051 mg/L pada domain laut. Nilai tersebut menunjukkan model cukup representatif dalam menggambarkan pola sebaran nitrat secara umum, namun akurasi kuantitatif masih dapat ditingkatkan dengan memasukan pengaruh faktor lingkungan lainnya