Achmad Suva Fauzan
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Variabilitas Seas - Swell dengan ENSO di Laut Banda (1990 – 2022) Achmad Suva Fauzan; Aris Ismanto; Rikha Widiaratih
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.22840

Abstract

Laut Banda merupakan salah satu perairan paling dinamis di Indonesia yang dipengaruhi oleh sistem monsun, Arus Lintas Indonesia (Arlindo), dan variabilitas iklim global, khususnya El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Variabilitas tersebut berperan dalam mengendalikan karakteristik gelombang laut tipe wind waves (seas) dan swell yang penting bagi keselamatan pelayaran, kegiatan perikanan, serta pengelolaan wilayah pesisir. Meskipun pengaruh ENSO terhadap berbagai parameter oseanografi telah banyak dilaporkan, kajian mengenai hubungan variabilitas ENSO terhadap karakteristik seas dan swell di Laut Banda masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik spasial dan temporal seas dan swell serta mengkaji hubungan keduanya dengan variabilitas ENSO. Penelitian menggunakan data reanalisis periode 1990–2022 yang dianalisis melalui metode komposit klimatologi dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seas berkembang dominan pada Musim Timur dengan tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 0,95 m, sedangkan swell lebih dominan pada Musim Barat dan musim peralihan dengan tinggi maksimum sekitar 0,77 m. Selama fase La Niña, tinggi gelombang seas dan swell cenderung lebih tinggi dibandingkan fase El Niño akibat penguatan angin monsun. Analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan langsung ENSO terhadap seas dan swell relatif lemah hingga sedang (r = −0,5140 hingga 0,2367), sedangkan hubungan antara angin dan gelombang tergolong kuat hingga sangat kuat (r = 0,7056–0,9233). Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh ENSO terhadap karakteristik gelombang di Laut Banda lebih banyak dimediasi oleh perubahan kekuatan angin monsun dibandingkan melalui pengaruh langsung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung prakiraan gelombang laut, keselamatan pelayaran, serta pengelolaan sumber daya kelautan di wilayah Indonesia timur.