Feri Setiadi
Program Studi Farmasi, STIKes Medistra Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Caspian sea yoghurt dengan Penambahan Matcha (Camellia sinensis L.) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus Ing Mayfa Situmorang; Joy Chantika Dewi Gultom; Fatimah Syalwa; Dharma Yanti; Feronika Evma Rahayu; Feri Setiadi
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3858

Abstract

Matcha (Camellia sinensis L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri dan dapat dikembangkan dalam bentuk pangan fungsional seperti Caspian Sea yoghurt. Bakteri penyebab kulit inflamasi disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan matcha terhadap aktivitas antibakteri, karakteristik fisikokimia, dan kadar proksimat Caspian Sea yoghurt. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor berupa penambahan matcha 1,5%, 3%, dan 6%. Parameter yang diamati meliputi kadar proksimat, pH, total asam tertitrasi, sineresis, dan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram. Data penelitian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan matcha meningkatkan kadar protein, lemak, dan abu, tetapi menurunkan kadar air. Penambahan matcha mempengaruhi karakteristik fisikokimia Caspian sea yoghurt yang ditunjukkan oleh nilai pH 4,33-4,64, total asam tertitrasi 0,57-0,64%, dan sineresis 7,82-42,56%. Diameter zona hambat terhadap P. acnes dan S. aureus cenderung menurun seiring meningkatnya konsentrasi matcha. Konsentrasi matcha tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri S. aureus (p<0,05), tetapi berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri P. acnes (p<0,05).