Abdul Rizal
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE SYARAḤ HADIS DI INDONESIA: Studi atas Pemikiran KH. Ali Maksum dalam Kitab Hujjah Ahl Sunnah Wal-Jama‘ah Abdul Rizal
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.929 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i2.118

Abstract

Penelitian ini membuktikan metode Syaraḥ hadis yang digunakan KH. Ali Maksum dalam Hujjah Ahl Sunnah wa al-Jama‘ah menggunakan metode global (ijmali), karena penjelasan yang dilakukan Ali Maksum terhadap hadis secara ringkas, dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, tidak menyinggung asbab al-wurud hadis, dan beberapa petunjuk hadisnya bersifat parsial. Metode Syaraḥ yang digunakan KH. Ali Maksum juga mengarah kepada metode komparatif (muqarin). Karena ia menjelaskan hadis yang redaksinya sama atau mirip dalam satu persoalan (tematik) dan mengomparasikan pandangan dan komentar ulama hadis. Karena itu, tampak di dalam metode ini keragaman pendapat. Penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Dalam operasional penelitian ini cara yang dilakukan mengkaji sumber primer karya KH. Ali Maksum; Hujjah Ahl Sunnah wa al-Jama‘ah dan sumber sekunder lain dari buku, artikel, jurnal, dan literature lain yang dibutuhkan untuk memecah persoalan yang sudah dirumuskan. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa KH. Ali Maksum berupaya mengakomodir pandangan-pandangan yang selama ini dianggap bertentangan dengan paham ahlus sunah wal jamaah untuk berdiri senada agar diperoleh titik temu. Ini yang menjadi ciri khas dalam pemikiran hadisnya. Ia sangat memahami perbedaan (khilafiyah) terkait persoalan terkait fikih yang masuk ke dalam sub-sub ijtihad (al-masā’il al-far‘iah al-ijtihadiyah), berpotensi mengakibatkan sikap permusuhan, dan bahkan tindakan kekerasan. Sikap dan pemikiran yang dikedepankan KH. Ali Maksum adalah tidak saling menghina dan merendahkan.