Rayana Alif Anggoro
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN BAZAR UMKM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK UMKM DI DESA KAHUMAN, KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN KLATEN TAHUN 2026 Amiruddin Al Haidar; Segita Yuniarti; Siti Elok Nur Azizah; Rayana Alif Anggoro; Ya Shinta Eka Amey Dia Putri
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa, termasuk di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Berdasarkan hasil identifikasi awal, sebagian pelaku UMKM di Desa Kahuman masih menghadapi keterbatasan dalam memperluas pemasaran produk karena pemasaran lebih banyak dilakukan di lingkungan sekitar melalui penjualan dari rumah produksi, penitipan di warung, dan kegiatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas sekaligus memberikan pengalaman dalam menerapkan praktik pemasaran sederhana melalui kegiatan Bazar UMKM. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, persiapan, pelaksanaan bazar, pendampingan pemasaran, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Pendampingan dilakukan melalui penataan produk, komunikasi langsung dengan konsumen, penyebaran informasi kegiatan melalui media promosi, serta pengenalan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Bazar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih beragam, melakukan transaksi secara langsung, memperoleh umpan balik mengenai produk, serta memperoleh pengalaman dalam melakukan promosi dan komunikasi dengan konsumen. Beberapa pelaku UMKM juga menunjukkan perubahan awal berupa meningkatnya kepercayaan diri dalam menawarkan produk serta ketertarikan untuk memperbaiki tampilan produk dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Keberhasilan kegiatan didukung oleh keterlibatan pemerintah desa, pelaku UMKM, pemuda-pemudi, dan masyarakat, sementara kendala utama berkaitan dengan keterbatasan pengalaman sebagian pelaku usaha dalam melakukan pemasaran secara langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bazar dapat menjadi salah satu bentuk fasilitasi dan pendampingan sederhana untuk membuka akses promosi sekaligus memberikan pengalaman pemasaran bagi UMKM di wilayah perdesaan.