Hilmy Athaya Bayhaqi
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSI BERSIH SUNGAI DAN EDUKASI ECOBRICK SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS COM-B DI DUSUN JAMBESARI Sabilul Muhtadin; Pijar Muhammad; Zaky Al Farras Siregar; Fariq bin Sutikno; Gito Dio Legowo; Osama Syaifudin Kamal; Hilmy Athaya Bayhaqi; Aiman Abdurrahman; Dany Cahyadi; Jahfal Hanif; Muhammad Hazim Adly Ash Shorim; Hasan Ali; Malvin Barma Erlangga; Usamah Abdurrahman; Sayyef; Yusuf
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran sungai di Dusun Jambesari, Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, berkaitan dengan pembuangan sampah rumah tangga dan terbatasnya sarana pengelolaan sampah di tingkat dusun. Program pengabdian ini bertujuan memetakan akar masalah pengelolaan sampah menggunakan kerangka COM-B (Capability, Opportunity, Motivation), melaksanakan aksi lingkungan bersama masyarakat, dan memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada generasi muda. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui lima tahapan, yaitu observasi lapangan, wawancara dan diskusi, diagnosis COM-B, aksi bersih sungai, serta edukasi pemilahan sampah dan lomba ecobrick bagi siswa SMP. Data dianalisis secara kualitatif melalui analisis tematik dan secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil diagnosis menunjukkan bahwa capability dan motivation warga telah terbentuk, sedangkan hambatan utama terdapat pada aspek opportunity karena belum tersedianya TPS, sistem pengangkutan, dan sarana pengelolaan sampah yang memadai. Aksi bersih sungai melibatkan sekitar 20 warga dan berhasil mengangkat sekitar tujuh karung sampah. Edukasi dan lomba ecobrick melibatkan sekitar 140 siswa dan menghasilkan tujuh produk fungsional berupa rak, kursi, meja, dan pot. Evaluasi menunjukkan tanggapan positif dari siswa, warga, dan pihak sekolah, tetapi ketiga kelompok juga menekankan kebutuhan keberlanjutan program. Program belum dapat menyelesaikan hambatan struktural maupun menilai perubahan perilaku jangka panjang dalam periode pelaksanaan satu bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif dan partisipatif perlu disertai penyediaan sarana dan sistem pengelolaan sampah yang sesuai agar perubahan perilaku dapat dipertahankan.