Minat baca merupakan fondasi penting bagi perkembangan literasi anak, namun di banyak wilayah pedesaan minat tersebut belum tumbuh secara optimal karena harus bersaing dengan aktivitas bermain dan penggunaan gawai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat literasi anak di Desa Sendang Rejo melalui penyediaan pojok baca dan kegiatan membaca bersama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan 16 pertanyaan panduan yang mencakup lima aspek, yaitu minat dan kebiasaan membaca, preferensi bentuk dan tema bacaan, dukungan lingkungan keluarga dan teman sebaya, persepsi anak terhadap aktivitas membaca, serta respons anak terhadap kegiatan membaca bersama. Wawancara dilakukan terhadap 11 anak dengan rentang usia PAUD hingga kelas 6 SD. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum program berlangsung, sebagian besar anak (82%) lebih sering bermain gawai atau bermain di luar rumah dibandingkan membaca buku, dan mayoritas anak (73%) lebih menyukai buku bergambar dibandingkan buku dengan tulisan padat. Tema cerita yang paling diminati adalah hewan (64%) dan petualangan (55%). Dukungan keluarga tergolong baik, ditunjukkan dengan kesediaan 91% orang tua membelikan buku, sementara dukungan teman sebaya masih relatif rendah. Setelah mengikuti kegiatan pojok baca dan membaca bersama, seluruh anak (100%) menyatakan ingin membaca lebih banyak buku dan bersedia mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis pojok baca dan membaca bersama dapat memantik ketertarikan awal anak terhadap buku, meskipun keberlanjutannya memerlukan pendampingan dan penyediaan bahan bacaan yang konsisten.