Hilma Azizah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS ALTERNATIF TANPA GADGET BAGI ANAK DI LINGKUNGAN TPA: PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM KEGIATAN KKN DI DESA PUGERAN, KLATEN Qorna Aghnat; Hafid Affandi; Yudha Fareza Nur Aziz; Agustina Dwi Rahmawati; Tsania Salma Afifah; Ardela Pramai Shela; Wiwit Della Mustika; Jashinda Azza Nakia Gunawan; Hilma Azizah; Zerlinda Puji Lestari; Muhammad Arsal Al Habzy; Nur Nabila Salsabila Canopus
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia sekolah menjadi persoalan yang perlu direspons melalui pendekatan yang tidak hanya menekankan pembatasan perangkat, tetapi juga penyediaan aktivitas alternatif yang menarik. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan aktivitas alternatif tanpa gadget bagi anak-anak di TPA Masjid Al-Muslimun, Dukuh Pugeran RW 5, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilaksanakan selama masa KKN pada 22 Juni–31 Juli 2026, dengan kegiatan TPA dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Rabu dan melibatkan sekitar 20–30 anak setiap pertemuan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-partisipatif melalui observasi, wawancara informal, partisipasi langsung, dokumentasi, serta evaluasi mingguan. Aktivitas alternatif meliputi permainan kelompok, menggambar, sambung ayat, cerita kisah Nabi, dan hafalan 25 Nabi dan Rasul. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak secara umum memberikan respons antusias terhadap aktivitas yang diberikan, meskipun beberapa anak masih memilih menggunakan gadget dan memerlukan arahan untuk mengikuti kegiatan. Aktivitas alternatif juga menciptakan ruang interaksi sosial, kreativitas, dan pembelajaran keagamaan tanpa perangkat digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang TPA dan sumber daya sederhana dapat menjadi alternatif dalam menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas langsung anak. Namun, program belum dapat membuktikan penurunan durasi screen time karena tidak dilakukan pengukuran kuantitatif sebelum dan sesudah kegiatan.