Firman Syah Efendi
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI GIZI KELUARGA: MAKANAN SEHAT DARI BAHAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Salma Eka Pratiwi; Firman Syah Efendi; Aiska Suci Ramadhani; Ilham Ridho Nugroho; Arum Firda Lutfiana; Mufti Pingkan Ramadhani; Ni'mal Maula Sanjaya; Nurlita Olyvia; Sharla Melani Sukma Putri; Salma Safira Az-Zahra; Aniza Mar'atus Sholekhah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan gizi seimbang penting dalam menjaga kesehatan keluarga serta mendukung pencegahan stunting pada balita dan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada orang dewasa maupun lansia. Permasalahan tersebut masih ditemukan di Dusun Karangjati, Desa Karangduren, antara lain rendahnya asupan protein hewani pada balita, pola konsumsi yang kurang seimbang, serta tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 dengan melibatkan 40 ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan berupa sosialisasi partisipatif melalui ceramah interaktif dan diskusi dua arah, dilengkapi leaflet “Isi Piringku”, slide presentasi, serta kegiatan food tasting. Produk yang diperkenalkan berupa Nugget Tahu sebagai alternatif makanan bergizi untuk balita dan Bolu Pisang sebagai alternatif camilan bagi orang dewasa dan lansia. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif terhadap olahan pangan lokal yang diperkenalkan. Sebanyak 95% peserta menyatakan Nugget Tahu memiliki tekstur dan cita rasa yang disukai anak-anak, sedangkan Bolu Pisang memperoleh tanggapan positif karena teksturnya lembut dan rasanya tidak terlalu manis. Kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi edukasi gizi dan food tasting dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual serta mendukung penerapan pola makan sehat berbasis pangan lokal dalam keluarga.