Tambingila Meitry
Universitas Sintuwu Maroso

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENGENALAN DAN PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN SERTA PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA SEBAGAI HABITAT MUSUH ALAMI MELALUI PENYULUHAN Tambingila Meitry
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Soe, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah yang sebagian besar masyarakatnya mengandalkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi keluarga. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman pangan dan hortikultura serta tingginya ketergantungan terhadap penggunaan pestisida sintetik. Di sisi lain, tanaman refugia yang tumbuh di sekitar lahan pertanian belum dimanfaatkan secara optimal sebagai habitat bagi musuh alami OPT. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengenali OPT, membedakan serangga hama dan musuh alami, serta memperkenalkan pemanfaatan tanaman refugia sebagai salah satu alternatif pengelolaan OPT yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui survei awal, sosialisasi dan penyuluhan, diskusi dengan aparatur desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani, serta pendampingan dalam pelaksanaan demonstrasi plot tanaman refugia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dan tambahan pemahaman petani mengenai pengenalan OPT, dampak penggunaan pestisida sintetik, serta manfaat tanaman refugia dalam mendukung keberadaan musuh alami. Demonstrasi plot dilakukan dengan memanfaatkan tanaman kenikir dan zinnia yang ditanam di sekitar lahan pertanian. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis kepada petani serta mendorong pemanfaatan tanaman refugia sebagai bagian dari pengelolaan OPT yang lebih ramah lingkungan.