Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERENCANAAN MUSEUM DAN GALERI SEJARAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Roi Pratama; Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.816 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.3.2.107-112

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan suatu Negara yang dipimpin oleh seorang Presiden. Presiden Indonesia Kepala Negara, Presiden adalah simbol resmi Negara Indonesia di Dunia. Perlunya bangunan monumental untuk mengingatkan jasa-jasa Presiden terhadap Negara Indonesia dengan arsitektur yang mencermikan dan melestarikan arsitektur Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data dengan cara observasi lapangan yang akan didesain, wawancara, dokumentasi, studi preseden yang berkaitan dengan Museum dan Galeri Presiden dan pencampuran arsitektur tropis dan arsitektur modern. Metode analisi data, penetuan konsep, dan yang terakhir asistensi. Hasil dari perencanaan dan perancangan ini adalah merencanakan dan merancang bangunan museum dan galeri Presiden – Presiden Republik Indonesia dengan penekanan bentuk arsitektrur tropis dengan arsitektur modern yang akan diterapkan pada bentuk atap ataupun muka bangunan yang dapat mengkarakterkan bangunan Indonesia hingga arsitektur Indonesia dapat dikenal dunia. 
Penerapan Konsep Arsitektur Universal Pada Desain Sekolah Dasar Aisyiyah Di Jakarta Utara Allyssa Syifa Salsabilla; Lily Mauliani; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.3.1.71-80

Abstract

Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom perempuan Persyarikatan Muhammadiyah, yang merupakan sebuah gerakan islam dan dakwah amar makruf nahi mungkar serta bersumber pada Al-Quran dan Assunah. Dalam misinya, Aisyíyah mengembangkan visi pendidikan yang berakhlak mulia untuk umat dan bangsa dengan tujuan memajukan pendidikan (formal maupun nonformal). Hal ini diwujudkan dengan membangun sebuah Sekolah Dasar yang dikelola oleh Aisyiyah dan menggunakan konsep Arsitektur Universal pada bangunannya. Metode penyusunan konsep yang digunakan yaitu  pengumpulan  data  dengan cara observasi dari wawancara dan kemudian dianalisis dengan menggunakan landasan teori yang terkait, baik secara arsitektural maupun non arsitektural. Tahapan dimulai dari pengumpulan data, sampai dengan pengolahan data secara faktual untuk penyusunan konsep perencanaan dan perancangan Desain Sekolah Dasar Aisyiyah dengan konsep Arsitektur Universal. Perencanaan dan perancangan desain Sekolah Dasar Aisyiyah dengan menggunakan Konsep Arsitektur Universal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan di tingkat sekolah dasar dan seluruh fasilitasnya dapat digunakan seccara mudah oleh pengguna bangunan sesuai dengan prinsip – prinsip desain arsitektur universal.
KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL (STUDY KASUS: RUMAH SUSUN PENGGILINGAN TOWER E, JAKARTA TIMUR) Annisa Aulia Suwandi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.5.2.19-26

Abstract

Hunian vertikal dengan konsep arsitektur perilaku diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan menghadirkan hunian yang mewadahi karakteristik pola perilaku, kebiasaan, tradisi, budaya, maupun system kemasyarakatan lainnya, baik secara individu maupun kelompok masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Hunian Vertikal serta mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku dengan setting ruang yang terjadi pada bangunan Hunian Vertikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder yang dianalis menggunakan teori tingkat kebutuhan (Hirarchy Level of Needs) dari Abraham Maslow (1998) Dengan metode berupa pengamatan setting ruang serta pemetaan perilaku menggunakan metode behavioral mapping yang difokuskan pada unit hunian dan ruang komunal bangunan, serta setting ruang yang berhubungan dengan perilaku pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur perilaku pada bangunan hunian vertikal (rumah susun) dapat terlihat dari keterkaitan antara kebutuhan akan perilaku pengguna rumah susun dengan bentuk dan kondisi unit serta sarana dan prasarana yang ada.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PANTI WREDHA/SENIOR LIVING (STUDI KASUS: SENTRA TERPADU “PANGUDI LUHUR” BEKASI) Latifah Az Zahra; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.177-186

Abstract

ABSTRAK. Kesadaran terhadap kebutuhan pelayanan dan fasilitas bagi orang tua menurun, menciptakan masalah sosial. Pemerintah merespons dengan membentuk program kebijakan, termasuk pendirian panti wredha sebagai fasilitas perawatan pribadi bagi orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni panti wredha adalah perempuan berusia 85 tahun ke atas. Motivasi para lanjut usia untuk memilih panti wredha melibatkan kekhawatiran akan kesendirian, ketidakmampuan untuk bergerak, dan perasaan kesepian di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis karakteristik dari panti wredha/senior living yang berkaitan dengan prinsip dan Konsep dari pendekatan arsitektur perilaku. Adapun objek yang akan menjadi bahan penelitian ini adalah Bangunan Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hal ini mencakup desain bangunan yang mendukung aktivitas penghuni dan memperhatikan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi dari penerapan prinsip prinsip oleh sentra terpadu pangudi luhur seperti keamananan/ keselamatan yang memperhatikan beberapa aspek penting di dalamnya sampai ke aspek psikologis personalisasi yang membuat ruang jarak ke pada kehidupan sosial dengan kehidupan privat nya para lanjut usia, serta hasil dari aspek dari pendekatan arsitektur perilaku ruang personal, yang mencakup area tak kasat mata di sekitar individu, menjadi aspek kritis dalam memahami interaksi dan perilaku lanjut usia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.Kata Kunci: Arsitektur Perilaku, Panti Wredha, Senior Living, Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. ABSTRACT. Awareness of the need for services and facilities for parents decreases, creating social problems. The government responded by establishing program policies, including the establishment of nursing homes as personal care facilities for the elderly. Research shows that the majority of nursing home residents are women aged 85 years and over. Motivations for elderly people to choose wredha underwear include concerns about being alone, inability to move, and feeling lonely at home. The aim of this research is to analyze the characteristics of nursing/senior living homes related to the principles and concepts of the behavioral architecture approach. The object that will be the material for this research is the Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated Center Building. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through field surveys, interviews and literature studies. This includes building designs that support occupant activities and pay attention to the relationship between humans and their environment. The results of this research are the implementation of the principles by the Pangudi Luhur integrated center, such as security/safety which pays attention to several important aspects in it, up to the psychological aspects of personalization which create space for distance between social life and the private life of the elderly, as well as the results of aspects of the personal space behavioral architecture approach, which includes invisible areas around individuals, are important aspects in understanding the interactions and behavior of elderly people at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center. Keywords: Behavioral architecture, nursing homes, senior living, Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated     Center.