Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus Penggunaan Double Masking Termoplastik Kepala dan Toraks untuk Stabilitas Posisi Radioterapi Tumor Abdomen Pediatrik Di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung I Gusti Agung Indah Gita Cahyani; Km Agus Bima Sakti
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2509

Abstract

Radioterapi pada pasien pediatrik memerlukan tingkat akurasi posisi yang tinggi karena keterbatasan pasien dalam mempertahankan posisi tubuh yang stabil selama proses penyinaran. Pada kasus tumor abdomen, tantangan tersebut semakin meningkat akibat pergerakan organ internal dan kedekatan volume target dengan organ-organ kritis. Oleh karena itu, penggunaan teknik imobilisasi yang efektif sangat penting untuk menjamin stabilitas dan reproduktibilitas posisi pasien selama radioterapi. Penelitian ini merupakan studi kasus observasional deskriptif yang dilakukan pada satu pasien pediatrik dengan tumor abdomen yang menjalani radioterapi eksternal di Instalasi Onkologi Radiasi RS Dr. Hasan Sadikin Bandung. Pasien diposisikan dalam posisi terlentang (supine) menggunakan kombinasi masker termoplastik kepala dan toraks (double masking). Verifikasi posisi dilakukan menggunakan portal imaging atau Electronic Portal Imaging Device (EPID) selama lima fraksi penyinaran. Parameter yang diamati meliputi deviasi posisi pada arah lateral, longitudinal, vertikal, dan anterior-posterior, serta kebutuhan koreksi pergeseran meja (table shift). Hasil verifikasi menunjukkan deviasi posisi lateral sebesar 1,8–2,2 mm, longitudinal 2,3–2,6 mm, vertikal 1,3–1,6 mm, dan anterior-posterior 0,4–0,6 mm. Seluruh nilai deviasi berada dalam batas toleransi klinis ≤3 mm. Selain itu, tidak ditemukan kebutuhan koreksi pergeseran meja tambahan yang signifikan sebelum penyinaran dilakukan. Penggunaan teknik double masking termoplastik pada area kepala dan toraks menunjukkan reproduktibilitas posisi yang baik serta mampu mendukung stabilitas setup radioterapi pada pasien pediatrik dengan tumor abdomen. Namun, penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan metode verifikasi pencitraan yang lebih komprehensif masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas teknik ini secara lebih luas.