ABSTRAK. Dalam aktivitas sehari-hari, manusia berkegiatan melibatkan beragam individu dari berbagai lapisan masyarakat termasuk usia, jenis kelamin, dan kemampuan fisik, sehingga penting untuk suatu bangunan yang digunakan untuk dapat memfasilitasi semua pengguna tanpa terkecuali. Arsitektur universal hadir untuk menampung semua aktivitas bagi seluruh pengguna bangunan. Dalam implemtasi nya, arsitektur universal memiliki 7 prinsip dasar, seperti penggunaan yang adil, fleksibilitas dalam penggunaan, penggunaan yang sederhana dan intuitif, informasi yang jelas, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik yang rendah, dan ukuran dan ruang untuk pendekatan pengguna. Pondok Pesantren Tahfidz Difabel KH Lutfi BAZNAS dipilih karena merupakan bangunan pendidikan untuk anak sekolah dan untuk melihat penerapan prinsip arsitektur universal. Metode penelitian yang diterapkan adalan kualitatif deskriptif, dengan melakukan pendekatan secara langsung ke studi penelitian. Penerapan metode ini melibatkan langkah-langkah seperti, merumuskan masalah, menetapkan tujuan penelitian, mengumpulkan data melalui observasi dan studi literatur, melakukan analisis data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui dan memahami tentang penerapan prinsip arsitektur universal. Dari implementasi prinsip – prinsip arsitektur universal yang ada di Pesantren Tahfidz Difabel KH Lutfi Fathullah BAZNAS DKI Jakarta, sudah memenuhi beberapa aspek, seperti tersedia dua jalur akses, penggunaan huruf braille pada setiap informasi, informasi yang jelas, penggunaan guiding block, elevasi lantai yang rendah, sirkulasi bangunan yang baik, penerapan hand rail pada tangga. Meskipun demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditambahkan dalam penerapan prinsip – prinsip yang ada untuk memastikan pemenuhan ke tujuh prinsip arsitektur universal. Kata Kunci: arsitektur universal, pesantren, aksebilitas ABSTRACT. In daily activities, human activities involve various individuals from various levels of society including age, gender and physical abilities, so it is important for a building that is used to be able to facilitate all users without exception. Universal architecture exists to accommodate all activities for all building users. In its implementation, universal architecture has 7 basic principles, such as fair use, flexibility in use, simple and intuitive use, clear information, tolerance for errors, low physical effort, and size and space for the user's approach. The KH Lutfi BAZNAS Tahfidz Disabled Islamic Boarding School was chosen because it is an educational building for school children and to see the application of universal architectural principles. The research method applied is descriptive qualitative, taking a direct approach to the research study. Applying this method involves steps such as formulating the problem, setting research objectives, collecting data through observation and literature study, conducting data analysis, and concluding research results. The aim of this research is to know and understand the application of universal architectural principles. From the implementation of universal architectural principles at the Tahfidz Disabled Islamic Boarding School KH Lutfi Fathullah BAZNAS DKI Jakarta, several aspects have been fulfilled, such as the availability of two access points, the use of braille for all information, clear information, the use of guiding blocks, low floor elevations , good building circulation, application of hand rails on stairs. However, there is still much that needs to be improved and added in the application of existing principles to ensure the fulfillment of the seven universal architectural principles. Keywords: Universal architecture, islamic boarding school, accessibility