Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi prioritas yang memerlukan perhatian serius di Indonesia. Salah satu aspek yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah pemenuhan protein hewani serta kemampuan keluarga dalam memilih, menangani, dan mengolah pangan secara aman. Desa Sembunganyar sebagai wilayah pesisir memiliki ketersediaan sumber daya ikan yang cukup besar, namun pemanfaatannya sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga belum sepenuhnya optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi gizi, keamanan pangan, dan diversifikasi olahan ikan lokal. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik selama April–Juni 2026 dengan melibatkan 60 anggota PKK. Pelaksanaan program mencakup sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan sosis ikan tenggiri dan pempek ikan gabus, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator yang diamati. Pemahaman peserta mengenai kandungan gizi ikan meningkat dari 65% menjadi 92%, pemahaman mengenai manfaat ikan dalam mendukung pencegahan stunting meningkat dari 60% menjadi 95%, pengetahuan tentang teknik pengolahan ikan meningkat dari 58% menjadi 90%, sedangkan kesiapan menjadi agen edukasi gizi meningkat dari 70% menjadi 97%. Peserta juga mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dan menghasilkan produk olahan ikan yang berpotensi dikembangkan pada skala rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggabungan edukasi, praktik keamanan pangan, dan pengembangan produk berbasis ikan lokal dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting berbasis sumber daya lokal.