Pengambilan keputusan di organisasi perlu didasarkan pada data agar keputusan yang diambil tidak bersifat subjektif dan tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi organisasi. Perlu ada gambaran pengambilan keputusan berbasis data atau disebut data-driven decision making, khususnya pada organisasi nirlaba. Bank sampah PKK termasuk salah satu yang menerapkan data-driven decision making dalam menghasilkan keputusan. Dengan pendekatan empirical field research, dipadukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara, dokumentasi dan analisis interaktif, studi ini bermaksud mendeskripsikan proses dan hasil penerapan data-driven decision making yang dilakukan Bank Sampah PKK dalam mengambil keputusan. Hasil studi menemukan Bank Sampah PKK menerapkan data-driven decision making dengan melewati tahapan memformulasikan pertanyaan kunci, mengumpulkan dan menganalisis data, mengkomunikasikan hasil dan mengambil keputusan. Keputusan yang dibuat bersifat keputusan operasional yaitu perlu meningkatkan edukasi pemilahan sampah pada nasabah, mensosialisasikan pada nasabah terkait manfaat lingkungan dan ekonomi program bank sampah, membagi pekerjaan pengurus ke dalam pos-pos yang terfokus, dan memberikan reward pada pengurus dan nasabah. Temuan yang didapatkan pada kasus bank sampah, dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dakwah untuk menggunakan data sebagai pijakan merumuskan keputusan organisasi. Seperti membuat keputusan operasional berbasis analisis data kuantitatif terkait modal/keuntungan dan data kualitatif yang memperjelas itu. Agar hasil keputusan yang dibuat bisa realistis memecahkan masalah di lapangan.