Kemajuan teknologi digital telah mengubah secara signifikan hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sektor pendidikan, termasuk juga pendidikan Islam. Perubahan ini mengharuskan adanya pikiran yang kuat agar pendidikan Islam tetap relevan tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman yang mendasarinya. Filsafat ilmu, sebagai bidang yang meneliti sifat pengetahuan dari sudut pandang ontologis, epistemologis, dan aksiologis, dipercaya dapat memberikan kerangka konseptual yang memandu pengembangan pendidikan Islam di era digitalisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tiga isu utama, yaitu bagaimana konsep filsafat ilmu berperan dalam pengembangan pendidikan Islam, bagaimana pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap pendidikan Islam, dan bagaimana relevansi filsafat ilmu dalam menghadapi kendala pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif atau naturalistik dengan pendekatan penelitian pustaka (library research). Metode ini dipilih karena data penelitian berupa kutipan kata-kata tertulis yang diambil dari beragam sumber dan pendapat para ahli, sehingga pendekatan naturalistik dengan kajian kepustakaan dianggap tepat untuk menggambarkan data secara asli sebagaimana adanya, tanpa mengesampingkan data dokumenter selama data tersebut mendukung pencapaian tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki peranan penting dalam menetapkan tujuan, kurikulum, dan pendekatan pembelajaran Islam yang menyeluruh dan berdasarkan sudut pandang tauhid; bahwa digitalisasi memberikan peluang dan tantangan berupa perubahan hubungan antara guru dan murid, transformasi otoritas teks ilmiah, serta risiko terhadap akhlak religius peserta didik; dan bahwa kerangka filsafat ilmu masih relevan sebagai filter epistemologis dan aksiologis yang memastikan arah pendidikan Islam tetap terhubung dengan nilai-nilai ilahiah di tengah kemajuan informasi dan teknologi.