Kenty Riesmi Mustika Anggraini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL Kenty Riesmi Mustika Anggraini; Ramdani, Safier; Indriastuti, Mila; Wulan, Mulyaning
Journal Of Islamic Finance And Accounting Research Vol. 5 No. 2 AGUSTUS (2026): JAFAR 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jafar.2026.29334

Abstract

Dalam era globalisasi, transparansi laporan corporate social responsibility (CSR) sektor health care menjadi krusial akibat maraknya krisis legitimasi publik terkait isu lingkungan dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas dan keberadaan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan CSR, dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder, populasi penelitian mencakup perusahaan sektor health care yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2023 dan sampel yang digunakan sebanyak 16 perusahaan dengan 32 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS 26 setelah dinyatakan lolos seluruh uji asumsi klasik. Hasil uji t menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR, mengindikasikan bahwa perusahaan dengan laba tinggi cenderung mengurangi pengungkapan karena merasa posisi legitimasinya telah aman. Sebaliknya, dewan komisaris independen berpengaruh positif dan signifikan, membuktikan efektivitas fungsi pengawasan eksternal dalam mendorong akuntabilitas dan transparansi pelaporan. Sementara itu, variabel kontrol ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan. Secara simultan (uji F), seluruh variabel independen berpengaruh signifikan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 50,8%. Kesimpulannya, pengungkapan CSR sektor kesehatan pasca-pandemi lebih didorong oleh kebutuhan memulihkan legitimasi saat profit turun dan kuatnya pengawasan tata kelola.