Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONDISI SANITASI LINGKUNGAN RUMAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUN TEBU LAMPUNG BARAT TAHUN 2026 Meisya Rahma Syifa; Dina Dwi Nuryani; Fitri Ekasari
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 4 No. 1 (2026): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v4i1.1741

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Barat. Kondisi sanitasi lingkungan rumah, khususnya penampungan air, ventilasi rumah, dan pengelolaan sampah diduga berhubungan dengan kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 79 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi, serta bivariat menggunakan uji chi- square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 25 responden (31,6%) mengalami DBD, 18 responden (22,8%) memiliki kondisi penampungan air berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, 29 responden (36,7%) memiliki ventilasi rumah tidak baik, dan 36 responden (45,6%) memiliki pengelolaan sampah yang tidak baik. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan kondisi penampungan air dengan kejadian DBD (p=0,000; OR=25,5), kondisi ventilasi rumah dengan kejadian DBD (p=0,008; OR=4,286), dan pengelolaan sampah dengan kejadian DBD (p=0,003; OR=5,143). Disarankan Puskesmas meningkatkan promosi kesehatan serta pengawasan lingkungan, masyarakat diharapkan aktif melakukan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur) dan menjaga kebersihan lingkungan, sementara institusi pendidikan dan peneliti selanjutnya perlu memperluas penelitian terkait faktor lain yang mempengaruhi kejadian DBD.